Oleh: Ermawati
Pegiat Literasi

Seperti sudah menjadi langganan setiap tahun, jika sudah mulai memasuki musim hujan, bencana banjir di berbagai titik wilayah negara ini sebagian besar terdampak banjir. Siapa yang patut disalahkan dalam hal ini? Musim hujan kah atau tata kelola kota yang salah?

Banjir di DKI Jakarta meluas selama dua hari berturut-turut sejak Kamis (22/1/2026) hingga Jumat (23/1/2026). Sejumlah wilayah yang sebelumnya tidak terdampak, kini ikut tergenang akibat hujan berintensitas tinggi yang berlangsung dalam durasi panjang.(Kompas, 23/01/26)

Negara kita masih belum belajar dari bencana banjir yang datang setiap tahun. Tempat-tempat yang biasa dilanda banjir hingga saat ini masih menjadi langganan banjir, seperti DKI Jakarta yang hampir setiap tahun mengalami bencana ini. Justru kondisinya semakin parah, meluas ke wilayah yang biasanya tidak terimbas banjir. Berapa banyak kerugian yang dialami rakyat? Terlebih lagi, jika banjir menjadi langganan setiap tahun.

Jika permasalahan banjir tidak segera ditangani, banyak masalah baru yang akan timbul akibat bencana ini. Rakyat akan kehilangan harta benda, keluarga, dan tempat tinggal. Belum lagi, kondisi ini diperburuk dengan munculnya berbagai penyakit serta rusaknya prasarana umum yang sangat dibutuhkan. Jika tidak segera ditangani, negara hanya akan menambah beban rakyat.

Bencana banjir yang terus-menerus terjadi di berbagai wilayah, merupakan akibat dari kebijakan negara yang memberikan izin kepada perusahaan-perusahaan untuk melakukan penebangan dan pembangunan. Mereka mengklaim hal ini untuk meningkatkan ekonomi rakyat setempat, namun nyatanya justru mereka melakukan penebangan tanpa memperhatikan lingkungan sekitar. Akibatnya, bencana banjir terjadi secara berulang.

Di lingkungan sekitar, sudah tidak ada lagi tempat untuk resapan air. Hujan yang turun tidak dapat diserap oleh tanah, sehingga menimbulkan banjir di lingkungan sekitar. Iming-iming yang katanya untuk meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat setempat justru malah menambah beban hidup rakyat. Banyak dari korban yang kehilangan harta benda dan tempat tinggal, yang pada akhirnya menambah angka kemiskinan.

Jika negara terus-menerus melakukan penebangan untuk pembangunan tempat wisata dan sebagainya, namun tidak memperhatikan tata ruang kota dan kondisi lingkungan sekitar, lebih baik penghentian dilakukan. Karena hal ini sama saja dengan negara menumbalkan rakyat hanya demi keuntungan materi. Negara yang mengabaikan kesejahteraan rakyatnya, jelas tidak memikirkan nasib mereka, terutama jika bencana banjir terus terjadi.

Seharusnya negara segera mencari solusi untuk memperbaiki tata ruang dan pembangunan kota dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Banjir yang datang setiap tahun seharusnya bisa diatasi dengan perencanaan yang lebih baik. Sistem kapitalis yang terus-menerus merusak lingkungan dan memisahkan agama dari kehidupan seolah menjadi penyebab utama. Negara lebih mementingkan ekonomi daripada kesejahteraan rakyat, tanpa peduli apakah itu merugikan rakyat atau tidak, selama itu menguntungkan.

إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤَدُّواْ ٱلۡأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا وَإِذَا حَكَمۡتُم بَيۡنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحۡكُمُواْ بِٱلۡعَدۡلِۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعَۢا بَصِيرًا
"Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyerahkan amanah kepada yang layak menerima amanah itu. Allah juga menyuruh kalian, jika kalian menetapkan hukum di antara manusia, agar berlaku adil. Sesungguhnya Allah memberi kalian pengajaran yang sebaik-baiknya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. an-Nisa’ [4]: 58).

Dalam aturan Islam, pemimpin akan melindungi dan bersikap adil, tidak akan mempermainkan kehidupan rakyat atau menukarnya dengan materi. Negara akan bertanggung jawab penuh dalam melayani rakyat untuk kesejahteraan mereka, dan tidak akan merusak lingkungan demi keuntungan pribadi.

Negara dalam Islam sangat mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Pemimpin yang bijaksana akan bertindak cepat dan tepat dalam membantu rakyat yang sedang dilanda bencana, serta menyelesaikan masalah tanpa menambah masalah baru. Semua hasil dari alam adalah milik rakyat, bukan untuk diperjualbelikan demi kepentingan pribadi. Pemimpin dalam Islam tahu bahwa kelak jabatannya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah ﷻ.

Inilah alasan mengapa kita harus cerdas dan bijaksana dalam memilih pemimpin. Sudah saatnya kita beralih ke sistem Islam, karena hanya hukum Islam yang mampu menyelesaikan semua permasalahan kita hari ini. Islam adalah satu-satunya agama yang diridhoi oleh Allah, dan hanya dengan tegaknya kehidupan Islam, kita dapat mewujudkan kehidupan yang aman, damai, dan sejahtera, serta menyampaikan risalah dakwah Islam ke penjuru dunia.

Allahu'alam bish-shawab