MENSYUKURI NIKMAT KEMERDEKAAN


Oleh: Yanti Cangkring
Muslimah Peduli umat

Negri ini baru saja merayakan kemerdekaannya yang ke-77 tahun, bersyukur kepada Allah ï·» atas nikmatnya patut dilakukan setiap muslim, negri ini telah merdeka dari penjajahan secara pisik atau militer.

Bersyukur atas kemerdekaan tentu bukan sekedar memuji atas kebesaran Allah ï·», dengan secara lisan, tetapi dengan menggunakan nikmat kemerdekaan ini untuk mewujudkan ketaatan pada perintah dan larangannya.

Sayang dengan bercermin pada perjalanan bangsa ini termasuk bebas dari aturan-aturan Allah yang memberi nikmat, mendiskreditkan ajaran islam di dalam kemerdekaan seperti melarang anjuran berjilbab disekolah-sekolah sampai menyematkan isu radikalisme terhadap ajaran islam.


Kemerdekaan vs liberalisme

Dalam kamus besar bahasa indonseia arti dari kata merdeka adalah; bebas(dari perhambaan dan penjajahan dan sebagainya) celakanya, bentuk dan makna merdeka yang menjadi acuan adalah kebebasan yang di bangun masyarakat barat yang sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan atau kebebasan dari segala keterikatan dan paksaan ajaran agama, kemerdekaan rakyat harus di jamin bebas berpendapat sekalipun pendapatnya itu merusak dan berbahaya misalnya usulan legalisasi ganja atau pendidikan sek bebas bagi anak dan remaja.

Negara yang merdeka juga harus menjamin kebebasan kepemilikan, termasuk penguasa sumber daya alam yang harusnya di gunakan untuk kemakmuran rakyat perinsip hukum rimba di bidang ekonomi, siapa yang kuat dia bertahan, yang lemah akan tersingkir, di Indonesia saat ini, 1 persen orang kaya menguasai 50 persen aset nasional dengan kepemilikan tersebut, almarhum mantan ketua umum pp Muhammadiyah Syafii maarif pernah mengatakan penguasaan tanah di indonesia dikuasai oleh konglomerat dia merinci 80 persen lahan dikuasai oleh konglomerat domestik dan 13 persen di kuasai konglomerat asing.

Saat ini mungkin banyak orang tidak menyadari bahwa penjajahan telah bertransfomasi menuju gaya baru atau neokolonialisme/neoimperialisme penjajah barat tidak lagi menggunakan kekuatan fisik untuk mengeksploitasi kaum pribumi, mereka mendoktrinkan idiologi pada negara jajahannya sambil merampok kekayaannya melalui tipu daya dengan para pemimpin boneka dan konstitusi yang mereka rancang.


Kebebasan itu Nikmat sekali

Ar-Rasyid dalam bukunya yang berjudul Al-Masar menuliskan: "orang yang memiliki roti sebanyak tiga ratus enam puluh potong, sekaleng minyak, dan seribu enam ratus biji kurma, tidak akan pernah di perbudak oleh orang lain."

Seorang ulama mengatakan, "orang yang sudah merasa cukup dengan roti kering dan air akan terhindar dari perbudakan, kecuali (perbudakan) kepada Allah."

ÙˆَÙ…َا Ù„ِØ£َØ­َدٍ عِÙ†ْدَÙ‡ُ Ù…ِÙ†ْ Ù†ِعْÙ…َØ©ٍ تُجْزَÙ‰ٰ
padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya,(QS. Al-Lail: 19)

Seorang penyair berkata, "kutaati semua hasratku, tapi dia memperbudakku."

Kalau saja aku puas dengan yang ada, aku pasti menjadi orang merdeka.

Orang-orang yang berusaha mencapai kebahagiaan dengan cara mengumpulkan harta benda, kedudukan atau jabatan pasti sadar bahwa mereka merugi. Tak ada yang lain yang bisa di raihnya, mereka tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali kesuntukan dan kegelisahan.

بَÙ„ْ تُؤْØ«ِرُونَ الْØ­َÙŠَاةَ الدُّÙ†ْÙŠَا
Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.(QS. Al-A'la: 16)

ÙˆَالْآخِرَØ©ُ Ø®َÙŠْرٌ ÙˆَØ£َبْÙ‚َÙ‰ٰ
Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (QS. Al-A'la: 17)

Jiwa umat juga belum merdeka akibat budaya hedonisme yang di ciptakan ideologi batil dari Barat, kapitalisme. Kita terus di jauhkan dari ketaatan pada hukum-hukum Allah ï·». Barat terus mengobarkan islamopobia hingga banyak dari umat ini membenci agamanya sendiri.

Karena itu raihlah kemerdekaan hakiki dengan mengokohkan ketaatan kepada Allah dengan melaksanakan semua hukum-hukum-Nya agar kita menjadi orang merdeka.

Wallahu'alam bissawab.

Posting Komentar

0 Komentar