HOAKS BERDALIH DUKUNGAN KEPADA TRUMP, MUROTAL MISHARI ALAFASY DIKLAIM DICOPOT DARI QURAN.COM


Oleh: Diaz
Jurnalis Lepas

Beredar narasi di media sosial yang menyebut qari internasional Syekh Mishari Rashid Alafasy dicopot dari situs Quran.com setelah diduga mendukung serangan Amerika Serikat ke Iran. Narasi ini dipicu oleh unggahan Mishari di akun X pribadinya pada 3 April 2026.

Jurnalis senior Joko Prasetyo dalam unggahan Facebook pribadinya, Sabtu (4/4/2026), mengungkapkan bahwa narasi yang beredar itu adalah hoaks yang lahir dari penghilangan satu frasa penting.

Dalam unggahannya, Joko menulis:

HOAKS ITU SERING LAHIR DARI SATU KATA/FRASA YANG DIHILANGKAN

Joko kemudian menjelaskan bahwa unggahan asli Mishari berbunyi:

Gedung Putih: Presiden Trump akan membuka pintu-pintu neraka atas Iran.

Artinya jelas: itu kutipan berita/informasi, bukan opini pribadi,” tulis Joko.

Namun, Joko mengungkapkan bahwa dalam narasi yang beredar terjadi penghilangan frasa penting.

Namun, dalam narasi yang beredar, frasa ‘Gedung Putih:’ sengaja dihapus,” tulisnya.

Joko kemudian memaparkan dampak dari penghilangan tersebut:

Hasilnya? Kutipan berubah jadi seolah-olah pernyataan pribadi Mishari; informasi berubah jadi opini Mishari; status netral berubah jadi dukungan Mishari kepada AS. Satu frasa hilang, makna jadi belok tajam. Ini bukan kesalahan teknis. Ini cara kerja framing (pembingkaian) yang tidak sah secara jurnalistik.

Joko menegaskan bahwa tindakan tersebut fatal dalam standar jurnalistik.

Dalam standar jurnalistik, ini fatal karena ketika sumber dihapus, konteksnya berubah total. Selain itu, penghapusan sumber lalu menisbatkannya kepada Mishari itu sama juga dengan memelintir kutipan yang berdampak menyesatkan publik,” tulisnya.

Menurut Joko, narasi hoaks ini kemudian berkembang lebih jauh.

Ending-nya, publik diarahkan pada kesimpulan seolah-olah Mishari mendukung tindakan militer AS ke Iran. Kemudian muncullah hoaks di atas hoaks dengan membuat berita palsu bahwa nama Mishari dicopot dari Quran.com sebagaimana diunggah Fikrokhabar.com,” tulis Joko.

Joko mengutip judul artikel dari Fikrokhabar.com yang berbunyi:

Quran.com menghapus Mishari Alafasy sebagai qari bawaan (default) setelah pernyataannya yang kontroversial

Selain itu, Joko juga menyoroti kesalahan lain dalam narasi hoaks tersebut.

Belum lagi ada tambahan bumbu: Donald Trump disebut 'mantan', padahal saat ini masih menjabat. Salah lagi.” tulisnya.

Joko kemudian mengajukan pertanyaan retoris:

Sebenarnya apa sih maunya para pembuat hoaks dan para penyebarnya?

Joko menegaskan fakta yang sebenarnya terjadi.

Padahal, faktanya, Mishari hanya membagikan informasi. Meski memang tanpa menyertakan tautan beritanya,” tulisnya.

Ia kemudian menyertakan tautan berita terkait informasi yang dibagikan Mishari, yaitu dari situs Alriyadh.com dengan judul: “Gedung Putih: Presiden Trump akan membuka pintu-pintu neraka terhadap Iran jika tidak tercapai kesepakatan”.

Joko juga menegaskan bahwa murotal Mishari masih tersedia di Quran.com.

Murotal Syekh Mishari Rashid Alafasy sampai detik ini masih utuh tersedia di Quran.com,” tulisnya, lengkap dengan tautan https://quran.com/reciters/173.

Di akhir unggahannya, Joko menyampaikan kesimpulan dan imbauan.

Walhasil, ini bukan sekadar salah kutip. Ini adalah contoh bagaimana opini bisa diproduksi dari manipulasi kecil. Dan yang lebih berbahaya: dipakai untuk mengadu domba umat. Umat makin terpecah. Panen pula dosa jariah. Naudzubillah,” tulis Joko.

Ia juga mengingatkan tentang pentingnya sikap kritis.

Kalau satu kata/frasa saja bisa mengubah makna, bayangkan apa yang terjadi kalau kita berhenti kritis?” tulisnya.

Joko mengimbau publik untuk memeriksa konteks sebelum menyebarkan informasi.

Jangan telan narasi mentah-mentah. Periksa konteks. Segera hapus informasi hoaks dari kronologi media sosial kita bila sudah telanjur menyebarkannya karena tidak sadar bahwa itu hoaks. Segera lakukan bila kita memang berniat berdakwah dan mendapatkan pahala jariah. Bukan sebaliknya,” pungkas Joko.

Posting Komentar

0 Komentar