
Penulis: Shalsha Baharrizqi
Muslimah Peduli Umat
Perbincangan LGBT seolah tiada henti. Polemik pelegalan LGBT di ASEAN yang tengah hangat ini seolah memberi dukungan keras atas nama kebebasan bagi pelaku LGBT di Indonesia.
Sebagian negara yang masuk dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) bersiap untuk melegalkan hubungan sesama jenis. Singapura misalnya, kini bersiap melegalkan untuk hubungan sesama jenis. Apabila pelegalan ini terwujud, tentu Singapura akan menyusul Thailand dan Vietnam yang sudah lebih dulu melegalkan pernikahan sesama jenis. Lantas bagaimana dengan negara kita? Akankah Indonesia ikut melegalkan LGBT?
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum Persatuan Islam (Persis), KH Jeje Zaenudin meminta kepada pemerintah Indonesia untuk tidak ikut melegalkan perilaku LGBT tersebut.
"Kita sebagai bangsa Indonesia yang memiliki konstitusi berbeda dengan Vietnam dan Singapura, tentu saja tidak boleh latah ikut ikutan melegalkan perilaku LGBT yang terkutuk dalam pandangan semua agama yang dianut di Indonesia."
"Masyarakat Indonesia harus terus diberikan edukasi tentang larangan seks di luar ikatan pernikahan, pemerintah harus terus memantau perkembangan LGBT, dan menggandeng semua elemen masyarakat serta organisasi keagamaan untuk terus mengedukasi masyarakat tentang larangan hubungan seks di luar ikatan perkawinan dan bahayanya hubungan seksual sejenis dari sudut norma agama, moral sosial, maupan kesehatan."
Sudah seharusnya negara mengatasi permasalahan LGBT yang semakin meluas ini, karena LGBT merupakan persoalan yang pelik dan kompleks karena berbagai faktor penyebab hingga campur tangan asing yang turut memberikan dukungan didalamnya.
Sejumlah perusahaan besar asal Amerika banyak yang mendukung LGBT. Di antaranya, Appple, Google, Yahoo, dan Facebook. Belakangan, WhatsApp juga mendukung LGBT dengan menyertakan berbagai emote pria dan pria bergandengan tangan. Microsoft menunjukkan penghormatan kepada LGBT dengan menunjukkan logo pelangi atau Rainbow sebagai simbol keberagaman. Begitu juga Google yang mendukung LGBT dengan mengusung pita di halaman depan kantor Google.
LGBT bisa terjadi karena salah pendidikan di dalam dan diluar rumah. Lingkungan dan pergaulan yang rusak. Tontonan dan bacaan yang tidak di filter, sehingga konten LGBT bisa di akses masyarakat. Seperti komik muslim gay yang sempat beredar di media sosial.
Jelaslah ini merupakan agenda asing yang mencoba mendominasi negeri-negeri muslim. Mereka tahu Islam akan bangkit dan menumpas segala upaya mereka, maka mereka memaksa negara 'meratifikasi perjanjian Internasional', seperti CEDAW (Convention on The Elimination of All Forms of Discrimination against Women), sebagai kepanjangan tangan dari kaum feminis dunia. Mereka berharap muncul keberhasilan, setidaknya jika tidakpun generasi muslim akan lemah karena terpapar ide liberalisme.
Miris bagi Indonesia, mayoritas penduduknya muslim, namun LGBT kian meraja lela, atas nama demokrasi, mereka semakin bebas berekspresi. Dengan mengakarnya liberalisme dan seks bebas maka desakan bagi Indonesia dalam melegalkan hal serupa dapat muncul dari kelompok tertentu.
Adanya HAM memang tercipta demi Kapitalisme yang berakidah sekularisme, menghilangkan peran agama dalam kehidupan, yang melahirkan kebebasan, termasuk kebebasan dalam berperilaku, yang pada akhirnya melahirkan penyimpangan perilaku seksual yang merusak dan menghancurkan tatanan kehidupan. Produk ini dipaksakan kepada negeri-negeri kaum Muslim untuk merusak generasi, keluarga, dan masyarakat.
Ummat Muslim perlu menyadari, bahwa semua itu adalah kemaksiatan yang harus ditolak, dengan keimanan dan ketaatan kepada Allah ï·», karena semua itu adalah racun yang sengaja dihembuskan di tengah-tengah negeri kaum Muslim untuk merusak generasi.
Islam sebagai aturan yang lengkap dan sempurna yang diturunkan oleh Allah ï·» untuk menyelamatkan manusia, Islam telah jelas mengharamkan hubungan sesama jenis, bahkan Allah telah melaknat kaum Nabi Luth yang memiliki orientasi seksual yang menyimpang. Karena itu, hanya dengan kembali kepada aturan Allah ï·» yang bisa menyelamatkan manusia dari berbagai kehancuran, termasuk dalam masalah LGBT. Karena hukum Allah ketika diterapkan secara Kaffah, tidak akan membiarkan munculnya perilaku yang menyimpang, dan akan mampu mengatasi tekanan global dari orang kafir.
Wallahu a'lam bishawab

0 Komentar