JANGAN HINA KHILAFAH!


Oleh: Lia Herasusanti

Mendekati tahun 2024, panggung perpolitikan mulai ramai. Bukan hanya para jagoan yang mulai 'menjual diri', namun pasukan pendukungnya pun sudah mulai masuk dalam kancah 'peperangan'.

Mulailah mereka saling serang. Segala celah yang mungkin dimanfaatkan, dipakai untuk menjatuhkan lawan. Dan lucunya, pertarungan di medan sistem sekuler, tapi sasaran tembaknya tetap saja Islam.

Hal ini membuktikan bahwa massa kaum muslimin adalah sasaran empuk untuk bisa mendorong mobil kontestan. Walaupun faktanya, setelah mobil jalan, kaum muslimin akan ditinggalkan karena memang apa yang diisukan hanya sekedar isu, bukan sesuatu yang benar-benar diperjuangkan.

Salah satu contohnya adalah apa yang diungkapkan seorang pendukung salah satu kontestan yang menggunakan isu khilafah untuk menjatuhkan kontestan lawan. Dalam cuitannya ia mengatakan,

"memilih capres jgn sembrono apalagi memilih Capres yg didukung kelompok radikal yang suka mengkafir-kafirkan, pengasong khilafuck anti Pancasila, gerombolan yg melarang pendirian rumah ibadah minoritas"

Tak penting perang antar pendukung Capres tersebut. Toh yang mereka perjuangkan adalah sistem yang tak akan pernah menerapkan Islam secara kaffah. Namun saat mereka memplesetkan kata khilafah dengan kata-kata kotor, tentu saja ini menjadi masalah bagi kaum muslimin.

Apa yang diungkapkannya jelas penistaan terhadap ajaran Islam. Khilafah sejatinya institusi negara yang diajarkan Rasulullah ï·º. Buktinya sistem itulah yang dipakai Khulafaur Rasyidin, para kholifah yang tertunjuki. Demikian juga para ulama salaf. Mereka sepakat atas hal tersebut.

Sebagaimana pernyataan Imam Al Ghazali dalam kitab Al-Iqtishad al-I'tiqad, hlm. 99, beliau menyatakan

"Jelaslah bahwa kekuasaan itu penting demi keteraturan agama dan keteraturan dunia. Keteraturan dunia penting demi keteraturan agama, sedangkan keteraturan agama penting demi keberhasilan mencapai kebahagiaan akhirat. Itulah tujuan yang pasti dari para Nabi. Karena itu, kewajiban adanya imam (khalifah) termasuk hal-hal yang penting dalam syariah yang tak ada jalan untuk ditinggalkan. Ketahuilah itu!."

Jika para pendukung kontestan saling serang untuk memenangkan jagoannya masing-masing, kami tak peduli. Tapi jika sudah menyerang agama Islam, kaum muslimin tak boleh tinggal diam! Karena hal ini akan menjadi hujjah kita di akhirat kelak. Jangan hina Khilafah!

Pada surat Ibrahim ayat 46 menerangkan,

ÙˆَÙ‚َدْ Ù…َÙƒَرُوا Ù…َÙƒْرَÙ‡ُÙ…ْ ÙˆَعِÙ†ْدَ اللَّÙ‡ِ Ù…َÙƒْرُÙ‡ُÙ…ْ ÙˆَØ¥ِÙ†ْ Ùƒَانَ Ù…َÙƒْرُÙ‡ُÙ…ْ Ù„ِتَزُولَ Ù…ِÙ†ْÙ‡ُ الْجِبَالُ
"Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar padahal di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan sesungguhnya makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya."

Posting Komentar

0 Komentar