KABUPATEN BANDUNG KRISIS GURU: MENATAP KEGAGALAN SISTEMIS DAN SOLUSI ISLAM


Oleh: Midayati
Komunitas Ibu Peduli Generasi

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menghadiri agenda konsultasi dan koordinasi peningkatan layanan pendidikan di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, hingga saat ini wilayah tersebut masih mengalami kekurangan ribuan tenaga pendidik. Kondisi ini diperkirakan akan semakin berat karena lebih dari 3.000 guru Aparatur Sipil Negara (ASN) dijadwalkan memasuki masa pensiun dalam periode tahun 2026–2030.

Dalam tatanan sistem kapitalisme saat ini, terdapat banyak faktor sistemis yang menyebabkan terjadinya krisis atau kekurangan guru di berbagai daerah, di antaranya:
  • Distribusi Tenaga Pendidik yang Timpang: Penyaluran tenaga kerja profesi guru tidak merata antara wilayah perkotaan dan pelosok daerah.
  • Pendidikan Dianggap Beban Anggaran: Alokasi dana untuk sektor pendidikan dalam sistem kapitalistik cenderung dianggap sebagai beban pengeluaran negara, bukan investasi masa depan.
  • Pengabaian Kewajiban Negara: Pendidikan diposisikan sebatas komoditas, sehingga negara tidak bertindak sebagai penjamin penuh.
  • Kesejahteraan Guru Honorer Rendah: Para guru honorer diberi upah yang sangat minim dengan status kepegawaian yang tidak jelas.
  • Prioritas Kesejahteraan yang Minim: Kesejahteraan guru secara umum tidak dijadikan sebagai skala prioritas utama dalam kebijakan negara.
  • Kurangnya Penghargaan Masa Bakti: Banyak guru yang telah mengabdi bertahun-tahun, namun tidak kunjung mendapatkan hak-hak kesejahteraan yang semestinya.

Berbagai persoalan di dunia pendidikan ini muncul akibat penerapan sistem kapitalis. Tanpa disadari, negara mengondisikan tatanan yang rusak, sehingga visi untuk menciptakan "Generasi Emas" sering kali berakhir sebatas slogan politik belaka.

Untuk mewujudkan generasi emas yang hakiki, negara harus serius menyediakan fasilitas penunjang guna memudahkan distribusi guru secara merata ke seluruh pelosok daerah. Selain itu, negara juga wajib memberikan penghargaan berupa upah yang layak untuk menyejahterakan para pendidik.

Semua hal tersebut hanya akan terwujud, dan generasi emas akan terbentuk secara merata (tidak hanya di satu wilayah Bandung Raya, melainkan di seluruh kota hingga pelosok daerah) jika negara menerapkan sistem Islam secara kaffah (menyeluruh).

Islam memiliki sumber hukum yang jelas, yaitu Al-Qur'an, as-Sunnah (hadis), kias, dan ijmak sahabat. Dengan pemikiran dan metode yang sahih, sistem Islam mampu menyelesaikan seluruh problematika kehidupan, termasuk karut-marut dunia pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan nasib dan pembiayaan guru. Sejarah telah membuktikan bahwa sistem Islam pernah memimpin peradaban dunia dan berhasil mencetak generasi emas yang gemilang.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Posting Komentar

0 Komentar