
Oleh : Ahmad Khozinudin
Sastrawan Politik
Tanya :
Ustadz, belum lama ini Beni Wenda selaku tokoh gerakan kemerdekaan Papua, mengumumkan kemerdekaan dan didaulat menjadi Presiden sementara Republik West Papua. Melalui Gerakan Persatuan Pembebasan Papua Barat atau The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Beni mendeklarasikan pembentukan pemerintahan sementara di Papua.
Pada saat yang sama, juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom justru menolak klaim Benny. Belum lagi paradoks sikap pemerintah yang diam terhadap kasus ini, namun begitu demonstratif melakukan penentangan pada kasus kejahatan pembunuhan di Sigi.
Mohon pencerahannya, Jazakallah.
Jawab :
Untuk memahami kerangka politik dan tujuan politik dibalik manuver pengumuman kemerdekaan West Papua (meliputi Propinsi Papua dan Papua Barat) yang dilakukan oleh ULMWP, perlu dipahami realitas politik sebagai berikut :
1. Gerakan Separatisme Papua sebenarnya bukan dilakukan oleh ULMWP dan TPNPB-OPM. Kedua gerakan ini hanyalah aktor pion yang digerakkan oleh kekuatan intelektual dan dukungan besar dibalik keduanya. Jadi, perhatian umat Islam terhadap ancaman separatisme di Papua tidak boleh hanya difokuskan kepada ULMWP dan TPNPB-OPM.
2. Jika diperhatikan dengan seksama, gerakan kemerdekaan Papua yang di lapangan dimotori oleh Beni Wenda dengan organisasi ULMWP, sesungguhnya ada Inggris dibaliknya. Inggris merupakan Negara pemberi suaka politik terhadap Beni Wenda dan menjadikan Oxford sebagai pusat pergerakan ULMWP. Dari Kota Oxford, Beni Wenda melakukan kontrol terhadap seluruh pergerakan yang bertujuan melepaskan diri dari wilayah Indonesia, termasuk yang terakhir Deklarasi Kemerdekaan West Papua juga dilakukan dari Oxford.
3. Pada sekitar Juli 2019, Dewan Kota Oxford secara terbuka memberi penghargaan kepada Benny Wenda sebagai bentuk dukungan politik pada upaya separatisme yang dilakukan Benny. Namun otoritas Inggris buru-buru mengklarifikasi dengan menyatakan :
"Keberadaan Benny Wenda di Inggris bukan berarti bahwa Pemerintah Inggris mendukung posisinya mengenai kedaulatan Papua," demikian keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri Inggris dari situs resmi Pemerintah Inggris (18/7/2019).
4. Mengenai perbedaan sikap politik antara Dewan Kota Oxford dan Keterangan Kemenlu Inggris, umat Islam tidak perlu bingung. Inggris adalah bangsa yang terkenal licik dan culas, jangankan terhadap Indonesia, kepada negara pesaingnya Amerika, Inggris juga terbiasa berpolitik muka dua.
5. Untuk memahami karakteristik Bangsa Inggris, perlu untuk diperhatikan beberapa fakta sebagai berikut :
6. Sesungguhnya industri perikanan dan kapal telahmendominasi bangsa Inggrris sejak kelahirannya, yang kemudianmewujudkan kebiasaan pelayaran dan perdagangan pada bangsaitu. Tradisi itu lalu membentuk tabiat untuk berburu kekayaandan mengeksploitasi, di samping tabiat mereka sebagai pedagang.
Dan karena wilayah negerinya yang kecil, Inggris harus meminta tolong pihak lain, sebagaimana kebiasaan para nelayan yang senantiasa meminta pertolongan sesama mereka di lautan. Jarang sekali mereka keluar sendirian.
7. Lalu datanglah ideologi Kapitalisme kepada bangsaInggris, dan mereka pun kemudian menganut ideologi tersebutdan berakarlah pada mereka asas manfaat. Maka, anda akanmelihat kehidupan Inggris di bidang politik sejak kelahirannya hingga sekarang, selalu tegak berdasarkan sikap memintatolong pihak lain dan melakukan persiapan makanan setiapkali mereka berburu sesuatu. Baik sesuatu itu adalah negeri yang dijajah Inggris maupun negara yang dimintai tolong oleh Inggris.
8. Inggris melaksanakan seluruh politiknya atas dasar pakta-pakta, persekutuan-persekutuan dan kerjasama dalam melakukan penjajahan. Karena itu, pada abad ke-19 Inggris bekerjasama dengan negara-negara lain dalam melakukanpenjajahan dan menjajah sesuka hati sebagian negeri-negeri agarnegeri-negeri itu berada di pihak Inggris dan membela kepentingan-kepentingan Inggris.
9. Inggris berupaya untukmemasukkan Perancis di Timur Tengah setelah Perang Dunia I dengan tujuan agar Perancis berada di pihak Inggris jika muncul bahaya atas kawasan Timur Tengah. Itu juga dilakukkannya untuk meletakkan Perancis di garda depan guna menghadapi bahaya.
10. Kemudian, ada kebiasaan lain yang sudah masyhur dimiliki oleh Inggris yang merupakan satu kebiasaan utamanya, yaituberpegang teguh dengan nilai-nilai lama dan tidak melampaui batas dengan mengubah atau mengembangkannya, kecualisecara perlahan-lahan. Mereka juga tidak mengubah atau mengembangkannya kecuali perubahan memang harus dilakukan.
11. Jadi bangsa Inggris adalah bangsa yang konservatif dalam pengertian harfiahnya. Sejak dahulu sampai sekarang bangsa Inggris dikuasai oleh keluarga-keluarga lama (bangsawan), orang-orang kaya dan para pemilik modal raksasa.
11. Meskipun Inggris mengklaim bahwa ia menjalankan demokrasi, bahwa ia bangsa demokratis, tetapi kalau dikaji mendalam akan terbukti bahwa faktanya tidaklah demikian. Rakyat Inggris tidak memiliki pengaruh apa pun dalam pembentukan kekuasaan. Sebaliknya, yang mengangkat para penguasa adalah keluarga-keluarga aristokrat dan para pemodal, bukan rakyat.
12. Dalam hal ini tidak ada bedanya antara jaman dahulu dengan jaman sekarang. Sebab, bangsa Inggris sampai sekarang -sebagaimana sejak dahulu-nasibnya senantiasa ditentukan oleh kaum bangsawan dan kaumkapitalis.Sejak duhulu mereka memberantas dan menumpas setiap gerakan rakyat yang lahir di Inggris dengan kejam.
13. Revolusi Cromwell yang dibanggakan Inggris sebenarnya bukan revolusirakyat, melainkan revolusi kaum bangsawan melawan rakyat.Pada saat itu muncul revolusi rakyat yang berkehendak untuk menghapuskan kekuasaan kaum bangsawan dan kaum kapitalis.
14. Revolusi ini hampir saja berhasil dan kaum aristrokrat hampir mendukungnya. Tapi, Cromwell kemudian mengirim utusan untuk melakukan revolusi yang menuntut sebagian hak. Cromwell lalu mendapatkan dukungan dan berhasil mewujudkan tuntutannya, kemudian Cromwell berhasil menghancurkan tuntutan rakyat itu dan menumpasnya sejak dini.
15. Mengingat Inggris adalah sebuah pulau di tengah lautandan pulau tersebut tidak mencukupi penghidupan penduduknya, maka keluarnya penduduk Inggris dari pulau itu -untuk memenuhi tuntutan penghidupan- adalah hal yang tidak dapat dielakkan.
16. Tetapi, meski mereka keluar untuk berdagang, sebenarnya mereka keluar sebagai penjajah bukan sebagai pedagang. Mereka keluar untuk menghisap darah bangsa lain dan merampas kekayaan mereka, bukan untuk menukarkan kekayaan mereka. Sebab, bangsa Inggris pada awalnya memang tidak punya kekayaan yang dapat dipertukarkan.
17. Maka, mereka keluar justru untuk mencari kekayaan. Itulah keadaan mereka sejak keluar dari pulau.
18. Tatkala mereka memeluk ideologi kapitalisme - dan asas manfaat adalah bagian integral darinya- maka ideologi ini menjadi cocok dengantabiat mereka. Karakter penjajah itu lalu menjadi kuat dalambangsa Inggris dan mereka pun menjadi negara penjajah nomorsatu.
19. Dengan demikian, bangsa Inggris nampak menonjol dalam kepahaman akan aktivitas, kepahaman akan politik, dan kepahaman akan penyelesaian masalah. Bangsa Inggris pun secara menonjol mempunyai daya pikir untuk menyelesaikan masalah. Dan karena kebutuhan mereka yang mendesak untuk melakukan ekspansi, mereka pun mendirikan industrinya atas dasar industri peperangan.
20. Hal ini menjadikan bangsa Inggris sebagai negara yang -secara harfiyah- mempunyai kekuatan perang, alat perang, dan kekuatan industri. Di sampingkepahaman mereka yang sudah mengakar mengenai politik danpemerintahan, bangsa Inggris mempunyai kecerdasan, yang dalambanyak hal disertai keculasan.
21. Politik luar negeri Inggris didasarkan pada penjajahan.Dalam penjajahan ini, Inggris menonjol dalam dua hal berikut.
22. Pertama, menjaga keseimbangan internasional. Kedua, menjagaeksistensi Inggris dalam politik internasional, berapapun hargayang harus dibayar untuk itu.
23. Dalam politik, Inggris tidakmengenal kawan atau lawan. Yang dikenalnya hanyalah kepentingan. Inggris tidak mengenal apapun selain kepentingan.
24. Apa yang disebut dengan moralitas internasional dianggap Inggris hanya sebagai alat untuk menipu dan tidak diakui keberadaannya. Meskipun Inggris berusaha tidak menampakkan kebohongan demi mencari kepercayaan pihak lain terhadap Inggris, tetapi Inggris telah menjadikan kebohongan itu sebagai senjata efektif dalam politiknya. Jadi, politik muka dua adalah ciri sekaligus watak asli bangsa Inggris.
25. PM Churchill dalam pertemuannya dengan Roosevelt dan Stalin untuk membahas masalah perang dan masa depan Jerman, pernah mengatakan terus terang, “Sesungguhnya fakta dalam peperangan sangatlah berharga, sampai-sampai itu harus dijaga dengan sempurna dengan melakukan kebohongan-kebohongan.”
26. Ini menunjukkan sampai batas berapa jauh kebohongan dianggap sebagai hal esensial dalam politik Inggris.Itulah fakta Inggris dan fakta kemunafikan Inggris dalam politik luar negerinya.
27. Dengan memperhatikan karakteristik bangsa Inggris tersebut, saya akan masuk pada poin apa peran Inggris dalam gerakan separatisme di Papua, melalui Benny Wenda dan Organisasi ULMWP.
27. Sesungguhnya, Inggris tak peduli dengan rakyat Papua, penderitaan mereka, abainya pemerintahan di Jakarta, termasuk pengerukan kekayaan alam Papua yang dijarah oleh Amerika. Inggris hanya berfikir keras, bagaimana mendapat porsi jarahan yang selama ini menjadi kaplingan Amerika.
27. Melalui Benny Wenda dan Organisasi ULMWP, Inggris ingin mencangkokkan anteknya pada pemerintahan yang kelak hadir di Papua. Inggris memahami, kelemahan TNBP OPM adalah dalam aspek politik dan pemerintahan. Jika Papua Barat resmi di merdekakan, maka Inggris akan punya peran di pemerintahan melalui anteknya yang ditanam, dan berusaha untuk bernegosiasi dengan Amerika dalam hal membagi konsesi jajahan di negara baru Papua Barat.
28. Adapun untuk menyimpulkan TNBP OPM ada dibawah kendali Amerika, adalah dengan mengindera perlawanan OPM selama ini hanya ditujukan kepada sipil, polisi dan tentara Indonesia. OPM tak pernah mengusik kepentingan strategis Amerika di Papua, seperti menyerang dan mengambil alih PT Freeport. Padahal, selama ini penjajahan Amerika lah biang utama kesengsaraan rakyat Papua. Amerika lah yang telah merampok kekayaan alam di Papua.
29. Baik Amerika maupun Inggris, akan mendorong Papua merdeka karena biaya yang dikeluarkan untuk membiayai antek pemerintah di Papua Barat kelak, akan lebih murah ketimbang bernegosiasi dengan rezim di Jakarta. Pemerintahan baru yang dipimpin oleh orang baru yang lama berada diluar kekuasaan, akan lebih mudah disetir dengan uang recehan. Sementara kekayaan alam Papua, akan menjadi Harta Mutlak milik Amerika dan Inggris.
30. Pengumuman deklarasi kemerdekaan oleh ULMWP yang di back up Inggris, mengkonfirmasi akan adanya rencana Amerika dalam waktu dekat, untuk merealisasikan misi kemerdekaan Papua yang dilakukan oleh OPM. Sehingga, Inggris tak mau kehilangan harta rampasan perang dalam konflik di Papua.
31. Inggris memahami, Amerika tak mungkin melakukan pendudukan secara militer kecuali hanya menjaga proses referendum untuk memperoleh legitimasi internasional. Hasil referendum Papua, sudah dapat dipastikan berujung seperti Referendum Timor Timur (sekarang Timor Leste).
32. Dalam konteks memperoleh legitimasi internasional, Inggris akan masuk meletakkan kakinya di Papua melalui ULMBP. Harus diakui, ULMBP lebih menguasai kemampuan di bidang politik dan diplomasi ketimbang TNBP OPM. Jika terbentuk pemerintahan baru di Papua Barat, peran ULMBP akan lebih dominan dalam pemerintah, sementara TNBP OPM akan berada pada posisi garda militernya.
33. Peran Inggris ini akan dijadikan bahan negosiasi dengan Amerika, agar Amerika membagi kekayaan Jarahan di Papua bersama Inggris. Selanjutnya, berbagi peran dengan Inggris, sebagaimana Amerika berbagi peran dan kapling jajahan di Indonesia.
34. Memang nampak ada persaingan antara OPM dan ULMWP di lapangan, namun keduanya bertujuan sama untuk memerdekakan Papua Barat, memisahkan diri dari wilayah NKRI.
35. OPM mengklaim sebagai kelompok pro-kemerdakaan Papua tertua, yang didirikan pada 1965 untuk memisahkan diri dari Indonesia yang menguasai Papua sejak 1963. Sementara itu, ULMWP dibentuk pada 2014 untuk menyatukan tiga gerakan pro-kemerdekaan Papua, yakni Republik Federal Papua Barat (NRFPB), Koalisi Pembebasan Nasional Papua Barat (WPNCL) dan Parlemen Nasional Papua Barat melalui Deklarasi Saralana.
36. Hanya saja konflik antara TNBP OPM dan ULMWP akan mudah diselesaikan setelah induk semang mereka, yakni Amerika dan Inggris telah mengikat kesepakatan. Bagaimanapun TNBP OPM dan ULMWP adalah aktor lapangan dibawah kendali Amerika dan Inggris, keduanya tidak akan bertindak melebihi batasan yang telah ditetapkan Amerika dan Inggris.
37. Adapun pemerintah Indonesia melalui Jubir Kemenlu, yang menganggap peristiwa pengumuman kemerdekaan ini peristiwa remeh hanya karena dideklarasikan di Inggris, patut diduga karena dua sebab :
Pertama, mereka tidak memahami realitas politik internasional, hakekat masalah Papua Barat dan bagaimana posisi Amerika dan Inggris dibalik seluruh peristiwa di Papua. Pemerintah hanya fokus pada masalah internal seperti kasus HRS dan terus melakukan monsterisasi gerakan Islam politik.
Kedua, mereka telah menjadi antek Amerika, sehingga tak mungkin mengeluarkan statement keras yang melampaui wewenang yang diperkenankan oleh Amerika. Pada kondisi ini, sesungguhnya kedudukan mereka tak lebih dari kedudukan ULMWP dan TNBP OPM yang mengabdi pada kepentingan Asing dan Penjajah.
38. Pemerintah hanya garang pada gerakan Ali Kalora, karena tidak ada Amerika dan Inggris dibaliknya. Sekaligus, gerakan Ali Kalora dapat digunakan untuk menebarkan narasi Islam radikalis, Islam teroris.
Demikianlah, jika negeri ini tidak menerapkan syariat Islam secara kaffah. Negeri ini, akan terus menjadi objek jarahan negara kafir penjajah, baik Amerika, Inggris, China dan negara imperialis kapitalis lainnya.
Sudah saatnya, Umat Islam memikirkan urusan ini. Yakni mengeluarkan negeri ini dan negeri kaum muslimin lainnya, dari hegemoni penjajahan barat dan Amerika. Sudah saatnya, umat Islam bersatu untuk berjuang menegakkan Khilafah. [].

0 Komentar