
Oleh: Ummu Sabilillah
Penulis Lepas
Sembilan murid SMAN 1 Purwakarta tersorot berita. Tersebarnya video yang viral di media sosial memperlihatkan mereka menunjukkan sikap tidak pantas terhadap seorang guru di dalam ruang kelas. Dalam rekaman tersebut, para siswa terlihat mengejek hingga melakukan gestur acungan jari tengah, yang dinilai melecehkan sosok yang seharusnya dihormati (Detik, 20/04/2026).
Insiden ini menjadi alarm keras dalam dunia pendidikan. Meski sering digaungkan “Profil Pelajar Pancasila”, nyatanya program-program tersebut baru sebatas formalitas administratif di atas kertas. Akibatnya, sikap tak pantas yang melampaui batas kerap terjadi antara murid dengan guru.
Moral generasi terus tergerus karena asuhan sistem pendidikan sekuler-liberal yang memisahkan agama dari kehidupan telah menggeser orientasi pendidikan dari pembentukan akhlak menjadi sekadar transfer ilmu pengetahuan. Nilai moral dan adab tak lagi menjadi fokus utama, hingga mengabaikan etika kepada guru. Semakin tampak jelas bahwa sekularisme semakin memburamkan visi pendidikan saat ini.
Dibutuhkan pelita di kala kegelapan moral generasi mendominasi. Sudah menjadi urgensi bagi sistem Islam untuk kembali diterapkan. Pendidikan tidak hanya sekadar mencetak lulusan cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia, hormat kepada guru, dan sadar akan tanggung jawab hidupnya sebagai hamba Allah. Dalam sistem seperti inilah wibawa guru terjaga, generasi muda terarah, dan masyarakat hidup dalam keseimbangan antara ilmu dan iman. Allah ï·» memerintahkan umat beriman untuk mengambil Islam secara menyeluruh, sebagaimana telah Allah sampaikan dalam QS. Al-Baqarah : 208.
Perlu diketahui bersama, kurikulum seharusnya dibangun atas dasar akidah Islam untuk mencetak generasi yang memiliki kepribadian Islam (Syakhshiyah Islamiyyah), yaitu pola pikir dan pola sikap yang sesuai syariat. Islam memposisikan negara sebagai penanggung jawab paling utama dalam pendidikan. Negara tidak sekadar menyediakan gedung dan kurikulum, tetapi memastikan pendidikan berlandaskan akidah Islam.
Sudah seharusnya kita memandang masalah ini secara menyeluruh. Krisis moral bukan sekadar akibat lemahnya individu, tetapi hasil dari sistem yang salah arah, yaitu sistem pendidikan sekuler-liberal. Adab lebih dahulu daripada ilmu. Hal ini yang perlu dipahami generasi dan menjadi tanggung jawab negara sebagai pengontrol, agar masalah moral generasi terhadap guru tidak hanya berlalu begitu saja.
Wallahu a’lam bishshawab.

0 Komentar