
Oleh: Ummu Zaid
Penulis Lepas
Amerika Serikat dan Israel ternyata tidak mudah mengalahkan Iran yang hanya merupakan satu negeri Muslim. Amerika juga tidak bisa memaksa negara-negara sekutunya untuk ikut terlibat langsung dalam perang melawan Iran. Beberapa penguasa Muslim justru bersekutu dengan Amerika, yaitu dengan memberikan izin kepada pesawat, rudal, dan drone Amerika untuk melintasi jalur udara negeri mereka agar lebih mudah menyerang Iran. Di sisi lain, Iran juga mengajukan 10 poin syarat untuk gencatan senjata dengan Amerika Serikat.
Amerika dan Israel tidak sekuat yang dibayangkan dunia sebagai negara adikuasa. Iran membuktikan keberanian untuk melawan Amerika. Tidak ada negara yang bersekutu secara permanen, kecuali karena adanya kepentingan. Pengkhianatan para penguasa Muslim telah melemahkan kesatuan umat. Padahal, potensi persatuan negeri-negeri Muslim dapat menjadi kekuatan global baru.
Penting untuk membangun kesadaran umat bahwa persatuan negeri-negeri Muslim sangat diperlukan. Kesatuan negeri-negeri Muslim yang diikat dalam institusi khilafah Islam diyakini akan mampu mengalahkan hegemoni negara-negara adidaya kafir. Khilafah Islam dipandang sebagai institusi yang akan membebaskan penderitaan negeri-negeri Muslim yang terjajah. Dengan dakwah dan jihad, khilafah Islam diyakini akan membawa rahmat bagi dunia.
Hal ini dapat segera terwujud apabila umat Islam melepaskan sekat nation-state yang membelenggu mereka sehingga sulit bersatu. Umat Islam juga harus mengesampingkan perbedaan pada ranah cabang, seperti fikih salat, fikih wudu, dan perbedaan organisasi, yang justru sering diperbesar hingga menimbulkan perpecahan dan persengketaan yang tidak berujung.
Seharusnya, umat Islam fokus pada masalah pokok bahwa orang-orang kafir akan terus-menerus memusuhi umat Islam, bahkan mencegah mereka untuk bersatu dengan berbagai cara. Misalnya, melalui pengelompokan seperti Islam moderat, Islam Nusantara, dan Islam radikal. Hal ini justru menjadikan sesama umat Islam saling mencurigai saudaranya sendiri atau sesama aktivis dakwah yang memiliki tujuan agar negeri-negeri Islam bersatu di bawah panji Rasulullah ï·º. Tentu saja, hal ini membutuhkan kedewasaan berpikir dari seluruh elemen masyarakat bahwa musuh bersama Islam adalah orang-orang kafir yang memusuhi Islam.
Allah ï·» berfirman:
ÙˆَÙ„َÙ†ْ تَرْضَÙ‰ٰ عَÙ†ْÙƒَ الْÙŠَÙ‡ُودُ ÙˆَÙ„َا النَّصَارَÙ‰ٰ ØَتَّÙ‰ٰ تَتَّبِعَ Ù…ِÙ„َّتَÙ‡ُÙ…ْ ۗ Ù‚ُÙ„ْ Ø¥ِÙ†َّ Ù‡ُدَÙ‰ اللَّÙ‡ِ Ù‡ُÙˆَ الْÙ‡ُدَÙ‰ٰ ۗ ÙˆَÙ„َئِÙ†ِ اتَّبَعْتَ Ø£َÙ‡ْÙˆَاءَÙ‡ُÙ…ْ بَعْدَ الَّذِÙŠ جَاءَÙƒَ Ù…ِÙ†َ الْعِÙ„ْÙ…ِ ۙ Ù…َا Ù„َÙƒَ Ù…ِÙ†َ اللَّÙ‡ِ Ù…ِÙ†ْ ÙˆَÙ„ِÙŠٍّ ÙˆَÙ„َا Ù†َصِيرٍ
“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu, Muhammad, sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang sebenarnya.’ Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu kebenaran sampai kepadamu, maka tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.” (QS. Al-Baqarah: 120)
Sudah saatnya umat Islam meninggalkan asabiah, lalu bersatu di bawah hukum Allah ï·» dan menerapkannya dalam kehidupan, sehingga akan memperoleh rahmat dunia dan akhirat.

0 Komentar