DEMILITERISASI, GAYA BARU PENJAJAHAN BARAT TERHADAP GAZA


Oleh: Ummu Zaid
Penulis Lepas

Board of Peace mendesak Hamas untuk melucuti senjatanya sebagai syarat dalam rencana perdamaian Gaza. Namun, Hamas menolak dan menganggap hal itu mengancam eksistensi serta perjuangan mereka. Hamas juga menuntut dunia bertindak atas pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh zionis. Meskipun gencatan senjata telah disepakati, zionis terus melakukan penyerangan hingga menewaskan warga sipil sampai bulan ini (CNN Indonesia, 27/03/2026).

Sebenarnya, Board of Peace bukan mediator netral, tetapi bagian dari jebakan kapitalisme global yang condong pada kepentingan Barat dan zionis. Pelucutan senjata merupakan upaya Barat untuk menghentikan perjuangan perlawanan rakyat Gaza melalui jihad. Karena itu, pelucutan senjata merupakan bagian dari serangan pemikiran untuk mengubah cara pandang umat Islam agar menganggap perlawanan Hamas sebagai ancaman. Pada akhirnya, Hamas didorong untuk menyerahkan senjatanya dengan dalih jalan damai bagi kedua belah pihak, yaitu Hamas dan zionis.

Padahal, dalam perspektif Islam, solusi untuk Gaza bukanlah diplomasi, melainkan khilafah. Palestina adalah wilayah Islam yang wajib dibebaskan melalui kekuatan militer, bukan negosiasi. Khilafah akan menggerakkan kekuatan militer seluruh negeri Muslim untuk mengusir penjajah zionis dari bumi Palestina. Khalifah adalah raa’in dan junnah yang akan melindungi nyawa kaum Muslim.

Oleh karena itu, agar Palestina dapat bebas dari penjajahan zionis Israel, umat Islam harus disadarkan bahwa hanya melalui dakwah ideologis tentang urgensi khilafah dan kewajiban memperjuangkannya di tengah-tengah umat, kaum Muslimin di Palestina dapat kembali hidup dalam kedamaian yang hakiki tanpa keberadaan zionis di sana. Sungguh, Allah ﷻ memerintahkan kaum Muslimin bahwa jika ada saudara sesama Muslim yang membutuhkan pertolongan, maka saudara Muslim yang lain wajib menolongnya.

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu yang berselisih dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ
Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Dia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya disakiti.” (HR. Bukhari dan Muslim)

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasakan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Muslim)

Umat Islam tidak boleh diam terhadap penderitaan kaum Muslimin yang ada di Palestina. Hal ini karena kebiadaban, kejahatan, dan penjajahan zionis Israel dilakukan secara terang-terangan dengan dukungan negara besar, yaitu Amerika Serikat. Oleh sebab itu, untuk melawannya dibutuhkan negara yang memiliki kekuatan setara, seperti khilafah, yang diyakini mampu mengalahkan mereka.

Hanya dengan khilafah Palestina bisa bebas dan merdeka.

Allah ﷻ berfirman:

وَأُخْرَىٰ تُحِبُّونَهَا ۖ نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
Dan ada karunia lain yang kamu sukai, yaitu pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat waktunya. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin.” (QS. As-Saff: 13)

Posting Komentar

0 Komentar