ROMAN PERJUANGAN BUAT BANG EGGI


Oleh : Ahmad Khozinudin
Sastrawan Politik

PUISI ini,
Buat AbangKu,
YG infonya ULTAH hari ini,
EGGI SUJANA ..

Akhir Roman Perjuangan,
Ya, kita hanya menjalankan peran, dari prosa panjang Roman Perjuangan,
Usia akan berkalang tanah, tapi jiwa akan tetap merdeka. Merdekakanlah ! Jiwa-jiwa yang masih terbelenggu, atau yang asyik dengan selimut dunia, dan mewah dengan kesendirian,
Pecutlah ! Agar kuda-kuda itu lari ! Agar kuda-kuda itu menerobos istana zalim, merobohkan keangkuhan, menerjang ketidakadilan, dan tegakkanlah ! Bendera La Illaha Illallah ! Agar setiap diri merdeka, dari penghambaan terhadap makhluk, menuju menghamba hanya kepada Allah SWT semata,
Terus bersuara Bang, teruskan ocehan mu. Buat genderang telinga penghamba kezaliman pecah, dan tak lagi dapat menutup diri dari derita yang menimpa umat,
Teruskan, melangkah dan tak perlu menangis dihadapan manusia, Air mata itu terlalu hina jika ditumpahkan kepada hamba, air mata itu hanya boleh menetes karena-Nya,
Tak perlu mengeluh, tak ada yang peduli dengan keluhan mu. Jangan berhenti melangkah, sebab takdir kematian tetap akan mendatangi siapapun, meski telah berubah menjadi pecundang, terus menatap masa depan kemenangan, hingga akhir dari perjuangan sampai pada babak yang harus diakhiri, bukan oleh kita, tapi oleh takdir kematian yang ditentukan oleh Nya.
Jangan merubah peran, Abang adalah pejuang, bukan penonton. Visi tertinggi adalah ridlo ilahi, bukan berebut sekerat tulang dunia yang tidak mengenyangkan,
Kita tak mencari sorak Sorai, atau rasa iba dan prihatin. Kita hanya mencari ridlo Nya, yang karena itu kita terus berjuang dan rela untuk selalu menjadi pihak yang berkorban,
Tak ada yang usai, justru kezaliman itu yang sudah diujung waktu. Sementara kita, sepanjang nafas masih bisa dihirup, sepanjang itu pulalah perjuangan akan terus dikibarkan. Demi apa ? Demi syariah Islam yang agung, demi izzul Islam wal muslimin.
Mari kembali berlari, sambil terus,menengadahkan tangan, memohon pertolongan danbridlo-Nya. Bukankah kita rindu bertemu dengan wajah Nya ? Bukankah tambahan usia, adalah tambahan waktu untuk mencari bekal menghadap Nya ?
Mereka, hanya mampu merampas dunia kita. Tapi tak mampu merebut takdir kita, merebut kehidupan akhirat kita. Teruslah Istiqomah di jalan perjuangan Islam.
Tiada akhir dari roman perjuangan, kecuali kita meraih kemenangan atau Alllah SWT mulia kan kita, menemui syahid di jalan Nya.

Bang, Revolusi itu belumlah berakhir. Tapi revolusi itu baru kita mulai.

Panjang umur perjuangan..... [].
@Bekasi,
@3Des2020

Posting Komentar

0 Komentar