
Oleh : Ahmad Khozinudin
Sastrawan Politik
Sejatinya, Engkau tidaklah mati, bahkan namamu abadi di sanubari kami,
Engkau akan selalu hidup, dan menghidupkan jiwa syuhada dari putera putera Umat Islam, cucu-cucu Umar Al Faruq
Engkau, telah mengikuti jejak para sahabat Rasulullah pada perang Uhud. Mereka, yang syahid demi keselamatan Rasulullah Saw yang mulia,
Haya 'alal Firdaus......,
Begitu tembang dari indahnya suaramu, menyelinap di telinga dan menentramkan hati kami, kami ridlo atas Qadla-Nya, karena setiap takdir Allah SWT selalu baik bagi orang yang beriman
Dalam dekatnya batin,
Engkau senandungkan risalah takdir syuhada, yang ingin mengulangi kematian berkali-kali,
"Hidupkan aku lagi ! Hidupkan ! Dan matikan aku lagi berulang, sebagaimana takdir ku hari ini."
Begitulah, suara-suara itu menyanyikan senandung syair kepahlawanan, kebanggaan, dan kebahagiaan,
Ya Ikhwan,
Engkau enam perlambang rukun iman, engkau adalah mahkota kemuliaan, bukankah tidak ada puncak kemuliaan selain syahid di Jalan-Nya?
Engkau telah meraih keutamaan kebajikan, engkau telah tunjukkan sikap ksatria, syahid membela Ulama, menyongsong kematian dengan meraih ridlo-Nya,
Bahagialah... dengan puncak kebahagiaan itu, sebelum kami menyusul engkau, menyusul kalian. Hanya saja, kami akan raih kemuliaan dunia, dengan memenangkan pertarungan ini,
Siapapun yang zalim, akan mendapatkan balasannya, melalui tangan kami, akan kami balas setiap inchi kezaliman, dan segala bentuk tirani, menyongsong Nasrullah... Tegaknya izzul Islam wal muslimin.
Kami mujahid siap hidup pahit, Kami mujahid siap rasa sakit, Kami mujahid siap tahan jerit, Kami mujahid siap mati syahid
La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah, La Ilaha Illallah, Allah, Allahu Akbar
Kami pejuang siap tuk diserang, Kami pejuang siap hunus pedang, Kami pejuang siap turun perang, Kami pejuang siap raih menang
Itulah, kutipan senandung merdu kalian, sebelum kalian menghadap keharibaan. Siapapun yang dikumpulkan di dunia ini karena iman, kelak akan dikumpulkan di surga-Nya karena iman. [].

0 Komentar