TERIMA KASIH SEPUR


Oleh : Ahmad Khozinudin
Sastrawan Politik

Iya, kami sudah lama rindu kebahagiaan, rindu keadilan. Tapi hal itu sulit kami dapatkan. Hukum yang semestinya membahagiakan, memberikan keadilan, justru menzalimi dan merepresi. Tiang pemancang hukum, yang semestinya menegakkan hukum, justru merobohkan hukum.

Ikhtiar kami tidak kurang-kurang, semua jalan telah kami tempuh, segala cara telah kami lakukan. Namun, nampaknya kami terus tersudut, bukan saja kami menjadi korban, tapi kini kami dituduh pula menjadi pelaku.

Bagaimana mungkin kami menjadi korban sekaligus pelaku? Rekayasa ulang, terus diulang, hingga kaset cerita itu kusut. Makin ruwet, persis keluhan presiden Negeri Wkwkwkland.

Karena itu, begitu kami mendengar, kabar itu, kami lega, kami bahagia, kami bersyukur. Kabar dari malam yang gelap, menerobos keangkuhan, menabrak kezaliman....dan Brak......menyeret jauh simbol tiran, dan mengantarkannya pada kehidupan yang nyata, bukan sandiwara dunia.

Sepur, Terima kasih ya...

Ditengah kepenatan, rasa sedih, rasa sakit hati dan marah, engkau kabarkan berita gembira. Brak! Kau menerobos kezaliman, dengan vonis tanpa kompromi, mengabaikan seragam, tak peduli siapa yang kau hadapi, kau lumat dan seret jauh dengan tabrakan mu

Kau, begitu perkasa, mewakili kemarahan dan duka kami. Melindas tanpa memberi welas, sebagaimana kami tak diberi harapan oleh kezaliman rezim, walau kami telah berulangkali memelasnya.

Sepur, Terima kasih ya...

Kau kabarkan berita gembira, bukan kabar duka. Karena duka kami, telah menjadi ajang kebahagiaan para tiran. Sebentar lagi akan tiba saatnya, para tiran berduka, dan kami berpesta diatas duka dan nestapa mereka.

Kau telah kabarkan, tak ada yang lolos dari hukum Tuhan. Hukum Allah SWT.

Mereka bisa merekayasa, merekayasa ulang, bahkan terus memproduksi kebohongan berulang ulang. Tapi mereka, tak bisa merekayasa takdir, tak bisa membohongi tuhan seru sekalian alam. Akhir dan kesudahan para tiran, adalah berada dalam derita dan nestapa, dunia dan akhirat.

Sepur, Terima kasih ya...

Pokoknya, i love you full. Kata Mbah Surip.... HAHAHAHA. [].

Posting Komentar

0 Komentar