PHOBIA KHILAFAH


Oleh: Lia Herasusanti

"Masyarakat itu, kalau sudah mendengar kata khilafah, sudah phobia. Jangankan sampai berdakwah ke masyarakat, masyarakat malah phobia. Jadi kalau menyampaikan itu bilang saja hidup kita harus dengan Islam. Harus kafah. Islam itu bukan cuma mengatur ibadah saja." Demikian nasehat yang disampaikan seorang mubalighoh yang kami temui kemarin.

Masya Allah, sebegitu gencarnya framing buruk tentang khilafah di tengah-tengah umat. Begitu sistematis, sehingga masyarakat memiliki ketakutan sendiri saat mendengar kata khilafah.

Nasehat yang disampaikan mubalighoh tersebut tidak salah, namun sebagai penerus para nabi, tentu saja tidak tepat jika menyembunyikan ajaran Islam. Khilafah adalah ajaran Islam. Sebuah kewajiban, bahkan mahkota kewajiban, maka menutupinya dari umat, adalah sesuatu yang berbahaya.

Jika orang kafir begitu konsen melakukan berbagai tipu daya agar khilafah tidak dikenal kaum muslimin, mengapa kita tunduk skenario mereka? Mengapa kita tak curiga dan mencari tahu penyebab mereka begitu berkepentingan menutupi ajaran khilafah? Mengapa kita tak membuat skenario sendiri yang justru kebalikan dari musuh Islam tadi. Jika mereka berusaha menutupi, maka kita semakin gencar menyuarakan ide khilafah. Karena kita memiliki keyakinan, bahwa khilafah adalah ajaran Islam dan mahkota kewajiban.

Sebenarnya, khilafah bukanlah hal baru. Kaum muslimin sudah akrab dengan istilah Khulafaur Rasyidin sejak lama. Khulafaur jamak dari kholifah (pemimpin kekhilafahan) yang berarti pengganti(maksudnya pengganti Rasulullah). Sedangkan Rasyidin adalah yang mendapat petunjuk. Maka Khulafaur Rasyidin artinya pengganti yang mendapat petunjuk.

Jika para sahabat terdekat Rasulullah saja menjadi pemimpin kekhilafahan, lalu bagaimana mungkin kita berani mengatakan khilafah adalah sesuatu yang dilarang dibicarakan/haram? Padahal disaat yang sama mereka meyakini bahwa Khulafaur Rasyidin adalah pengganti/penerus kepemimpinan Rasulullah ﷺ.

Maka pilihan kita seharusnya adalah terus mendakwahkan khilafah. Karena, bisa jadi yang terjadi, bukan umatnya yang phobia terhadap khilafah, tapi karena Kyai, Mubalighoh/Ustadz/Ustadzahnya, belum menjelaskan dengan jelas, apa itu khilafah. Sementara framing buruk dari orang-orang kafir dan anteknya, begitu gencar.

Ayo tetap semangat membersamai umat, terus melayakkan diri hingga Allah berkenan memberikan pertolongan-Nya tak lama lagi. Insya Allah. Allahu Akbar!

Dalam surat At-Taubah ayat 32 Allah ﷻ menerangkan,

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
"Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai".

Posting Komentar

0 Komentar