
Oleh: Putri Sakinatul Kirom
Aktivis Kampus
Antrean panjang motor yang melingkar bak lilitan ular terlihat jelas di SPBU Kenten yang berlokasi di jalan MP Mangkunegara, Bukit Sangkal, Ilir Timur 2, Kota Palembang pada selasa sore sore. (detiksumsel.com 20/9/2022)
Berdasarkan keterangan dari salah satu petugas SPBU, alasan SPBU membuat antrean motor melingkar dikarenakan lahan SPBU yang tidak terlalu luas.
Sementara itu salah satu ojek online yang berasal dari daerah lain bernama Toni yang juga mengantre sempat mengabadikan momen antrean tersebut. Meskipun terlihat unik, pengendara ojek online ini tetap prihatin dengan kondisi naiknya BBM dan antrean yang makin parah. Menurutnya, Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM subsidi bagi rakyat kurang mampu yang diberikan pemerintah tidak menjadi solusi bagi masyarakat saat ini. Ia berharap agar pemerintah pusat menormalkan kembali harga BBM subsidi agar perekonomian masyarakat kembali normal.
Miris memang apa yang terjadi di negeri yang kaya akan sumber daya alam migas ini, malahan harga BBMnya mengikuti harga pasar dunia. Padahal mahalnya harga BBM juga akan mempengaruhi kenaikan harga barang pokok lain, dampaknya ialah rakyat justru semakin terbebani. Dampak lain yang ditimbulkan ialah meningkatkan pengangguran dan yang lebih parahnya angka kemiskinan semakin meningkat.
Kenaikan BBM ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak serius dalam mengurusi urusan rakyatnya. Justru malah memanfaatkan situasi untuk memperoleh keuntungan dari kenaikan BBM. Secara bersamaan juga muncul subsidi yang memberatkan APBN Negara, ini jelas menunjukkan penguasa lepas tangan dalam mengurusi urusan rakyat.
Istilah subsidi seharusnya tidak berlaku bagi penguasa yang mengurusi urusan rakyat, karena ini merupakan kewajiban penguasa dan hak rakyat untuk mendapatkan kesejahteraan dari penguasa.
Inilah konsekuensi dari penerapan sistem Demokrasi Kapitalisme. Dalam sistem ini negara hanya bekerja untuk kepentingan para elit saja bukan untuk rakyat. Sangat berbeda dengan jargon demokrasi itu sendiri, mereka membuat aturan untuk keuntungan pribadi dan kroninya bukan untuk kemaslahatan umat. Selama demokrasi kapitalis tetap tumbuh di negeri ini rakyat tidak akan pernah mendapatkan kesejahteraannya termasuk merasakan BBM murah.
Sistem ini sangat berbeda dengan sistem islam, dalam islam penguasa diposisikan untuk mengurusi rakyat, bertanggung jawab terhadap rakyat yang dipimpin. Karena setiap rakyatnya akan dipertanggung jawabkan kelak dihadapan Allah ï·».
Dalam sistem islam semua diatur berdasarkan syariat islam yang diturunkan oleh Allah melalui Al-Qur’an dan Sunnah. Sistem islam akan bertanggung jawab penuh dalam mengurusi urusan rakyatnya. Terutama BBM yang merupakan kepemilikan umum sebagaimana hadist Nabi ï·º: “kaum muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad).
Dalam hal ini sistem islam akan menjamin kebutuhan BBM rakyat serta menjadikannya sebagai sumber kekuatan negara.
Untuk memenuhi konsumsi dalam negeri terdapat tiga kebijakan yang ditempuh sistem islam, yaitu:
- Dalam sistem Islam pemerintah bisa mendistribusikan gas dan BBM langsung kepada rakyat.
- Negara mendistribusikan gas dan BBM kepada rakyat dengan harga yang murah tanpa mengambil keuntungan sedikitpun dengan kata lain negara menjual BBM kepada rakyat untuk menutup biaya operasional produksi dan distribusinya saja.
- Dan jika negara mengambil keuntungan dari pengelolaan energi, semua akan dikembalikan untuk menjamin kebutuhan rakyat yang lainnya seperti pendidikan, kesehatan, keamanan termasuk terpenuhnya sandang, pangan dan papan.
Oleh karena itu sistem Islam sejak pertama kali berdiri segera melakukan pengembangan infrastruktur energi yang diperlukan untuk menjamin kebutuhan dan memastikan agar energi tersebut tidak keluar dari negara dan jatuh ke tangan negara-negara penjajah. Dalam sistem Islam BBM murah bukan lagi mimpi tapi menjadi kenyataan.

0 Komentar