KEKERASAN DI MANA-MANA


Oleh: Eulis Anih
Muslimah Peduli Umat

Dilansir dari Tribunnews, "MAROS" Aksi penganiayaan terhadap bayi kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang bayi, berusia 4 bulan di Desa Mattoanging, Kecamatan Batimurung Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Bayi tersebut meninggal setelah di aniaya dengan dengan di banting ke lantai oleh seorang pria, Sabtu (22/10/2022) pukul 04.00 Wita.

Medan, Sumatera-Pasangan suami istri di Kota Medan, Sumatera Utara, di duga cekcok hingga sang istri tewas bersimbah darah di pinggir jalan Mandala By pass, Kec. Medan Tambung, Sabtu (22/10/2022) sekitar pukul 23.00 WIB.

Viva Metro, Kapolsek Pesanggarahan Komisaris Polisi Nazirman mengatakan, jajaranya berhasil mengamankan 6 orang remaja yang di duga merupakan pelaku tawuran di kawasan jalan Bintaro Permai Raya pertigaan pojok kodam, pasanggrahan, Jakarta Selatan. Termasuk kasus terakhir yang terjadi di Kanjuruhan, yang mengakibatkan banyak korban jiwa.

Akhir-akhir ini banyak kekerasan yang menimpa di negeri ini, mulai dari pembunuhan, KDRT, Tawuran, perampokan dan lain-lain, kalau kita amati apa yang menjadi penyebab semua permasalahan ini? Tiada lain jawabannya adalah dikarenakan aqidah yang lemah, dengan adanya aqidah yang lemah, mudah sekali terbawa arus kejahatan, tidak lagi memandang halal haram, jauh dari melaksanakan perintah Allah ï·».

Kemudian faktor ekonomi juga menjadi salah satu penyebab, apalagi dengan adanya kenaikan BBM bagi yang berpenghasilan kurang (sedikit) sangat terasa sekali, harga bahan pokok naik, mengakibatkan rakyat kesusahan, pengangguranpun bisa juga pemicu masalah dalam rumah tangga, maka tidak sedikit terjadi perceraian, KDRT, karena ekonomi yang tidak cukup.

Alhasil, individu dan keluarga hidup tanpa pegangan, beban ekonomi yang makin berat, menjadi alasan mereka masuk dalam berbagai tindak amoral.

Interaksi dalam masyarakat juga, dari hari ke hari memang tampak tidak sehat, stres sosial begitu kental terasa, seseorang begitu mudah terpancing amarahnya, bahkan hilang akal, hingga rela melakukan perkara yang di luar nalar.

Penyebabnya jelas tidak sederhana, kehidupan sekuler kapitalistik membuat individu jauh dari jalan taqwa, karena pengaruh sistem kapitalis sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan.

Seharusnya negara bertanggung jawab dalam menjaga dan memelihara jiwa setiap warganya. Jangan sampai ada seorang warga negarapun baik muslim atau non muslim yang harus kehilangan nyawanya tanpa alasan yang di benarkan.

Karena itu untuk mencegah tindak pembunuhan yang di sengaja, Negara dalam islam wajib memberikan sanksi yang keras berupa hukuman qishash kepada pelaku pembunuhan. Dasarnya adalah Firman Allah ï·»: "Hai orang-orang yang beriman, di wajibkan atas kalian qishash berkenaan dengan orang-orang yang di bunuh: orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, dan wanita dengan wanita...." (Tqs Al-baqarah:175).

Negara juga wajib mencegah segala hal yang membahayakan dan mengancam jiwa manusia. Dasarnya adalah sabda Nabi ï·º: "Tidak boleh (haram) ada sesuatu yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain" (HR Ibn Majah dan Ahmad).

Begitulah mulianya syariat islam dalam melindungi nyawa manusia.

Sudah saatnya, umat menyadari dan rindu ingin menerapkan syariat islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan.

Wallahu a'lam bishawwaab.

Posting Komentar

0 Komentar