
Oleh: Murli Ummu Arkan
Bukan rahasia lagi di negeri ini sudah langganan dengan bencana banjir. Bahkan setiap tahunnya negeri ini tak pernah absen dari bencana banjir. Setiap tiba musim penghujan pasti banjir tetap melanda. Bahkan daerah yang terdampak banjir kini semakin meluas. Tentu hal ini merugikan rakyat dari tataran materi hingga nyawa.
Seperti kejadian banjir di bulan ini, di Jakarta yang menyebabkan tembok roboh hingga mengenai murid MTSN 19 yang akhirnya meninggal (Liputan 6, 8 Oktober 2022), kemudian di Bogor mahasiswi IPB yang terseret arus hingga lima hari hilang dan akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal (Kompas, 16 Oktober 2022). Belum lagi banyaknya kecamatan dan rumah- rumah tergenang air bahkan hewan-hewan piaraan seperti sapi dan kambing yang terseret arus banjir seperti yang terjadi di daerah Rembang, Jawa Tengah (Suara Merdeka, 15 Oktober 2022).
Sungguh bencana banjir saat ini semakin meluas dan banyak memakan kerugian materi hingga nyawa manusia melayang. Seharusnya ini menjadi perhatian yang serius dan ditangani dengan sungguh-sungguh karena berhubungan dengan kesehatan dan keselamatan umat, apalagi bencana banjir ini bisa dikatakan bencana alam yang tinggi di negeri ini.
Sebenarnya Allah ﷻ menciptakan bumi ini dalam keadaan yang seimbang. Meski bumi ini lebih banyak perairan daripada daratan namun Allah seimbangkan. Dengan adanya daratan yang ditumbuhi pepohonan (hutan) menjadi penjaga atas bencana banjir. Lalu kenapa saat ini banjir bisa terjadi bahkan meluas?
Dalam hal ini, krisis Iklim dan krisis lingkungan sungguh berpengaruh besar terhadap penyebab banjir. Seperti adanya suhu bumi yang terus meningkat, pemanasan global, banyaknya jumlah CO² di atmosfer menjadikan iklim tak menentu seperti menyebabkan curah hujan yang tinggi. Ini juga faktor yang ikut mendongkrak bencana banjir. Kemudian ditambah lagi adanya kerusakan lingkungan yang mana banyak hutan-hutan ditebang untuk pemukiman, hilangnya daerah-daerah resapan, dan macetnya aliran air karena sampah.
Sebenarnya jika lingkungan tidak rusak maka banjir akan bisa diatasi meski krisis iklim terjadi. Asal keadaan bumi seimbang maka banjir akan bisa diatasi meski iklim tak menentu. Jadi, jika hal ini tidak segera diatasi tentu banjir akan semakin meluas dan memakan banyak kerugian.
Mari kita lihat berapa banyak orang menderita dan mengungsi, ratusan luka-luka dan sakit, puluhan bahkan ratusan orang yang hilang bahkan meninggal. Ini jumlah orang ya, belum lagi rumah-rumah terendam.
Sungguh banjir harus segera ditangani dengan serius. Jika kerusakan lingkungan ini lambat untuk ditangani maka akan menjadikan banjir lebih meluas lagi. Apalagi Mengingat Indonesia negara nomor 4 dengan potensi tinggi terjadinya banjir dibawah negara Bangladesh, Idia, dan Cina.
Semua ini karena adanya peradaban Barat yang sifat karakternya merusak dan menyengsarakan. Dengan asas keuntungan materi semua kekayaan alam serampangan untuk dinikmati. Banyak hutan-hutan ditebangi dan pembangunan dilakukan tanpa memikirkan efek terhadap kerusakan lingkungan. Ditambah lagi dengan adanya masyarakat yang kesadaran menjaga lingkungan yang rendah dan individualisnya tinggi. Hal inilah yang akhirnya menjadikan bumi ini rusak dan menyebabkan bencana.
Meskipun ada program-program penanganan banjir, namun hasilnya masih minim. Banjir tidak semakin menurun tapi makin meluas. Artinya apa? Penanganan dan antisipasi bencana banjir ini masih lamban atau bisa dikatakan tidak serius.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
ظَهَرَ الْفَسَا دُ فِى الْبَرِّ وَا لْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّا سِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Ar-Rum 30: Ayat 41)
Firman Allah sungguh benar. Bencana banjir terjadi karena ulah manusia. Jika Islam Kaffah tegak, Islam akan menyadarkan umat untuk pentingnya menjaga alam, umat diajak untuk bertaqarub kepada Allah, dan yang terpenting Islam akan mengembalikan kekayaan umum untuk kesejahteraan umat bukan untuk diprivatisasi. Islam akan berupaya untuk mengembalikan keseimbangan bumi. Itulah karakter Islam. Islam untuk rahmatan lil 'aalamiin.
Maka saat ini tidak ada jalan lain untuk memperbaiki semuanya kecuali dengan kembali kepada syari'at Allah. Hanya syariat Allah lah yang bisa menjaga keseimbangan bumi dan menyejahterakan umat. Umat akan dibimbing untuk bisa hidup dalam jalan kebenaran selamat dunia dan akhirat.
Wallahu alam bish showab.

0 Komentar