STIGMATISASI AJARAN ISLAM OLEH NEGARA TERUS TERJADI


Penulis: Ummu Khadeejah
Muslimah Peduli Umat

Dalam sepekan terakhir ini, salah satu isu di media sosial yang cukup menyita perhatian adalah mengenai Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri yang telah menangkap tiga terduga teroris di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Jumat (28/10/2022). Kabar mengenai penangkapan terduga teroris tersebut dibenarkan Kapolres Sumenep Kapolres Sumenep AKBP Eko Edo Satya: "Benar (ada penangkapan terduga teroris), cuma itu ranahnya (dilakukan) langsung dari Mabes Polri," kata Edo saat dihubungi Kompas.

Diantara upaya menjegal dakwah itu adalah dengan berbagai propaganda atau pemberian stigma negatif baik kepada islam, maupun kepada pejuangnya. Rasulullah ﷺ dan para sahabat bahkan telah mengalami kondisi yang demikian. Bahkan Rasulullah ﷺ yang mulia pernah di sebut sebagai orang gila. Allah ﷻ berfirman dalam Qur'an surat al-hijr ayat 6 :

وَقَالُوا يَا أَيُّهَا الَّذِي نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ إِنَّكَ لَمَجْنُونٌ
Dan mereka berkata: "wahai orang yang kepadanya diturunkan Al-Quran sesungguhnya (engkau Muhammad) benar-benar orang gila"

Dalam Qur'an surat shad ayat 4 orang-orang kafir mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ yang mulia adalah seorang tukang sihir, Allah ﷻ berfirman:

وَعَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ ۖ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ
Dan mereka heran, mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (Rasul) dari kalangan mereka; dan mereka orang-orang kafir berkata, orang ini (fa'al) penyihir yang banyak berdusta.

Bahkan tak sedikit dari pada kaum kafir yang memberi stigma bahwa Rasulullah adalah seorang penyair gila hal ini di katakan dalan firman Allah ﷻ dalan Qur'an surat Shaffat ayat 36:

وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ
dan mereka berkata: "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?"

Tidak hanya Rasulullah ﷺ yang habis di perolok-olokan oleh mereka kaum kafir. Namun kitab suci yang di turunkan langsung oleh Allah ﷻ pun tak luput dari ejekan mereka. Misalnya Al-Qur'an disebut sebagai ayat-ayat sihir, kumpulan dongeng, juga di tuding sebagai karya orang 'ajam (non arab), bukan sebagai kalamullah.

Kaum muslim yang mengikuti Rasulullah ﷺ pun senantiasa di ejek dan di sebut sebagai orang-orang yang tersesat. Allah ﷻ berfirman:

وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوا إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَضَالُّونَ
Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: "Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat", (QS. Al-Tatfif [83]: 32)

Begitupun dengan para pengemban dakwah saat ini, yang tidak berbeda jauh dengan apa yang pernah di alami Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya. Pemerintah tidak akan pernah berhenti memberikan stigmatisasi terhadap syariat islam sebagai ajaran radikal dan penyebab terorisme. Stigmatisasi bahwa ajaran islam adalah penyebab terorisme merupakan cara berfikir yang dangkal. Pasalnya metode dakwah untuk menegakkan syariat islam yakni tidak boleh di lakukan dengan kekerasan apalagi membunuh warga tak bersalah meski atas nama dakwah. Bahkan Allah ﷻ berfirman:

...نَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا...
"... Siapa saja yang membunuh seseorang bukan karena orang itu membunuh orang lain atau bukan karena dia membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruh manusia..." (QS Al-maidah [5]:32)

Tujuan para pembenci islam itu adalah untuk mencitrakan kekerasan yang dilakukan muslim itu nyata. Hal ini terbukti dengan tindak kekerasan yang di lakukan oleh pihak lain (diluar muslim) tidak pernah disebut sebagai terorisme. Berbagai stigma buruk terus di gencarkan kepada kaum musim yang ingin menegakka syariat islam. Semua itu dilakukan untuk memalingkan kaum muslim dari agama mereka. Inilah yang dinyatakan oleh Allah ﷻ dalam firman-Nya:

...وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا...
..Orang-orang kafir tidak akan pernah berhenti memerangi kalian hingga mereka mengembalikan kalian dari agama kalian (pada kekafiran) seandainya mereka mampu... (QS. Al-baqarah [2]: 217)

Inilah kebiasaan mereka yang tidak akan pernah berhenti untuk mempropagandakan syariat islam. Siapa saja (muslim) dapat menjadi sasaran dengan tuduhan keji ini, meski tidak pernah jelas latar belakangnya, demikian pula dengan penanganan kasusnya.

Dari sini jelas bahwa umat saat ini tentu sangat merindukan kepemimpinan yang syar'i. Selain itu umat juga telah muak dengan sistem sekular-kapitalis-liberal yang sudah terbukti gagal dalam menuntaskan segala permasalahan. Karena sejatinya hanya syariat islam lah yang akan mewujudkan perdamaian, kesejahteraan, keadilan bagi seluruh masyarakatnya, baik muslim maupun non-muslim, hanya syariat islam yang benar-benar akan mampu mewujudkan kemerdekaan yang hakiki bagi umat manusia, yang berdasarkan perintah dan larangan Allah ﷻ serta untuk menggapai keridhoan dari Allah ﷻ.

Wallahu a'lam bish-showwab~

Posting Komentar

0 Komentar