IDULFITRI DI TENGAH RERUNTUHAN KOTA, NESTAPA MUSLIM GAZA TERUS MENDERA


Oleh: Siti Aisyah
Muslimah Peduli Umat

Dalam beberapa dekade ini, untuk pertama kalinya kaum Muslim di Palestina, yang seharusnya menyambut hari Idulfitri dengan penuh kegembiraan, justru harus berhadapan dengan teror Zionis Israel.

Kaum Muslim telah kehilangan momen kemenangan itu. Bahkan, saat melaksanakan salat Idulfitri pun mereka harus berhadapan dengan serangan Zionis. Mereka tidak bisa melaksanakan salat Id di Masjid Al-Aqsa karena serangan dan kondisi masjid yang di tutup. Mereka hanya bisa melaksanakan salat Id di tengah reruntuhan bangunan, di pengungsian, dan di jalan-jalan.

Duka nestapa yang dialami rakyat Palestina seolah tak kunjung usai. Suasana Idulfitri di Palestina yang mengenaskan ini seharusnya dirasakan sebagai penderitaan bagi seluruh kaum Muslim, karena sesama Muslim ibarat satu tubuh. Namun, semua itu telah terabaikan oleh kaum Muslim lainnya, khususnya kaum Muslim di Indonesia. Mereka seolah tidak merasakan beban yang dialami oleh rakyat Palestina.

Muslim di tanah air justru merayakannya dengan penuh kegembiraan, bahkan sampai berjoget-joget. Mereka seakan lupa kepada saudara-saudaranya di Palestina.

Padahal, ajaran Islam mengajarkan kita untuk saling mengasihi sesama kaum Muslim, dan ukhuwah Islamiyah menjadi pengikat bagi umat Islam di seluruh dunia.

Sudah menjadi kewajiban kita semua sebagai kaum Muslim untuk membebaskan saudara sesama Muslim dari penderitaan akibat kezaliman orang-orang kafir. Allah juga memerintahkan kaum mukmin untuk berjihad melawan kaum kafir.

Derita warga Gaza makin terlupakan ketika Amerika Serikat dan Israel memerangi Iran. Lagi-lagi, negara-negara Muslim hanya bisa diam. Sungguh ironis, justru negara-negara Muslim, khususnya negeri-negeri Arab, malah bersekutu dengan negara-negara kafir dan melupakan penderitaan di Gaza.

Untuk menghentikan semua penderitaan yang kini dialami negeri-negeri Muslim, tiada jalan lain selain jihad dan khilafah, bukan dengan solusi-solusi perdamaian yang justru telah banyak mengkhianati negeri-negeri Muslim. Jihad pun, dalam pandangan ini, hanya bisa dilakukan di bawah satu komando, yaitu di bawah kepemimpinan Islam, di bawah kepemimpinan seorang khalifah, dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah.

Wallahu a‘lam bisshawab.

Posting Komentar

0 Komentar