LUKA PALESTINA SEMAKIN MENGANGA, MENGAPA?


Oleh: Fathin Azizah
Penulis Lepas

Duka dan luka Palestina masih sama. Darah suci jutaan manusia tak berdosa masih mengalir di tanah para nabi ini. Israel benar-benar telah mendobrak batas-batas kemanusiaan. Bukan hanya membombardir, membantai, dan menyiksa penduduk Palestina, Israel juga berusaha melemahkan semangat beribadah kaum Muslim di Palestina.

Dilansir dari CNN Indonesia (13/03/2026), pada bulan Ramadan ini Israel menutup total Masjid Al-Aqsa bagi kaum Muslim, sehingga ibadah salat tarawih terpaksa dilaksanakan di jalanan. Langkah penutupan Masjid Al-Aqsa ini diambil dengan dalih keamanan di tengah memanasnya hubungan Iran dan Israel. Tindakan ini merupakan fenomena miris yang belum pernah terjadi dalam sejarah.

Hingga kini, Israel masih membombardir Palestina dengan hujan serangan udara yang meluluhlantakkan bangunan-bangunan hingga fasilitas umum. Nyawa ratusan orang melayang, termasuk paramedis dan tim pers. Akibatnya, krisis kemanusiaan seperti kemiskinan, minimnya air bersih, serta keterbatasan sandang, pangan, dan papan semakin menambah daftar panjang nestapa penduduk Palestina.

Masyarakat dunia mulai mempertanyakan keputusan Trump baru-baru ini, yakni BoP yang dinilai gagal menciptakan titik terang bagi perdamaian di tanah Palestina. Bahkan, kebijakan itu disinyalir menjadi siasat yang justru melanggengkan penindasan Israel atas Palestina. Mustahil musuh-musuh Islam seperti Amerika dan Israel menebar perdamaian di tanah jajahannya sendiri.

Israel adalah kaki tangan penjajah kafir Barat untuk melestarikan hegemoni Barat di tanah para nabi yang menjadi jantung dunia Islam. Dengan menghalalkan berbagai cara, Amerika dan Barat siap pasang badan menjadi perisai dan donatur setia bagi Zionis Israel.

Dalam sistem kapitalisme-sekularisme, benar dan salah tidak lagi dijadikan parameter perbuatan, melainkan manfaat dan keuntungan. Karena itu, Amerika dan Barat akan menggasak apa pun yang dapat melanggengkan kekuasaan dan menguntungkan kepentingan mereka.

Karena itu, cengkeraman Israel atas Palestina tidak akan berakhir tanpa adanya perisai yang melindungi setiap jengkal tanah kaum Muslim, yakni negara yang menerapkan syariat Islam secara kaffah. Negara Islam akan mengirimkan bala bantuan untuk membebaskan tanah-tanah kaum Muslim.

Negara Islam akan menggelontorkan bala bantuan berupa pasukan tentara terlatih yang memiliki keimanan kokoh untuk mewujudkan misi pembebasan tanah kaum Muslim dari cengkeraman kafir penjajah dalam rangka jihad fi sabilillah. Negara Islam juga akan menumpas habis setiap pengaruh yang ditancapkan oleh kafir penjajah.

Karena itu, penyelesaian atas persoalan Palestina tidak cukup ditempuh dengan kecaman dan seruan perdamaian semata, tetapi memerlukan perubahan mendasar melalui tegaknya negara Islam yang menerapkan syariat secara kaffah. Upaya ini harus diawali dengan membangun kesadaran pemikiran dan cita-cita kaum Muslim agar kembali menjadikan Islam sebagai landasan perjuangan hidup.

Dengan akidah yang kokoh dan perjuangan dakwah ideologis yang terarah, umat diharapkan mampu mengambil peran dalam mewujudkan kehidupan Islam yang berorientasi pada rida Allah dan keselamatan akhirat.

Posting Komentar

0 Komentar