PERGURUAN TINGGI DARURAT MORAL


Oleh: Dewi Rohmah, S.Pd.
Aktivis Muslimah

Kasus pelecehan dalam ruang lingkup pendidikan, khususnya kampus, lagi-lagi terjadi. Saat ini, viral kasus dugaan pelecehan seksual secara verbal yang dilakukan oleh 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Adapun dugaan pelecehan ini dilakukan terhadap puluhan mahasiswi hingga dosen di fakultas tersebut. Kasus ini terungkap setelah beredarnya tangkapan layar percakapan para terduga pelaku pelecehan tersebut.

Dilansir dari BBC, sebanyak 16 mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan mahasiswi hingga dosen di fakultas itu. Kasus tersebut terungkap setelah tangkapan layar percakapan para terduga pelaku viral di media sosial. Kasus itu kini ditangani Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UI.

Kasus yang hampir sama, meskipun tidak serupa, juga pernah terjadi sebelumnya. Masih ingatkah kita pada kasus pelecehan seksual di kampus yang dilakukan oleh rektor? Parahnya lagi, persoalan seperti ini tidak hanya terjadi di kampus, tetapi juga pernah terjadi di lingkungan sekolah, baik antara guru dan murid maupun sesama murid.

Hal ini membuktikan bahwa dunia pendidikan saat ini sedang tidak baik-baik saja. Ruang akademik yang seharusnya digunakan untuk mengasah keterampilan, mencari ilmu pengetahuan, serta memperbaiki dan membentuk akhlak yang baik, justru disalahgunakan oleh orang-orang tertentu untuk melakukan perbuatan yang tidak pantas.

Tentu harus dipahami bahwa semua persoalan ini nyatanya bersumber dari satu penyebab, yaitu diterapkannya paham pemisahan antara agama dan kehidupan atau sekularisme. Akibatnya, urusan pendidikan saat ini sama sekali tidak diatur oleh agama yang menekankan perbaikan moral. Sistem ini juga mengagungkan kebebasan individu untuk berpendapat, bertindak, dan melakukan sesuatu. Dampaknya tampak nyata saat ini, yaitu rusaknya tatanan sosial, seperti maraknya kasus kekerasan seksual, baik secara verbal maupun nonverbal.

Berbeda dengan pandangan Islam. Dalam Islam, perempuan merupakan sosok yang dimuliakan. Bahkan, di dalam Al-Qur’an terdapat surah yang membahas khusus tentang perempuan, seperti Maryam, ibunda Nabi Isa a.s.

Tidak hanya itu, ketika Rasulullah diutus oleh Allah untuk menyebarkan risalah Islam, hal yang tidak luput untuk disampaikan ialah memuliakan perempuan. Ketika orang-orang Quraisy mengubur bayi perempuan hidup-hidup karena dianggap aib bagi mereka, Islam datang dan melarang keras tindakan tersebut. Islam bahkan menjadikan kelahiran bayi perempuan sebagai sebuah rezeki yang berharga.

Dalam pandangan Islam, perempuan, khususnya sosok ibu, juga berperan sangat penting dalam mencetak generasi peradaban emas. Sebab, seorang ibu turut menentukan arah hidup anaknya, mulai dari akhlak yang baik, pemikiran yang cerdas, pribadi yang kuat, hingga lahirnya generasi penakluk peradaban.

Ada satu kisah luar biasa yang sering didengar di tengah kaum muslim. Kisah ini menunjukkan bagaimana Islam benar-benar memuliakan seorang perempuan, bahkan sangat menjunjung tinggi kehormatannya. Ketika seorang perempuan diganggu, tentara kaum muslimin pun dikerahkan untuk menolongnya.

Ketika itu, ada seorang Muslimah yang berbelanja di pasar Yahudi. Kemudian, ada seorang Yahudi yang datang dan berniat melecehkan wanita Muslimah tersebut dengan meminta agar ia menyingkap jilbabnya.

Tentu saja wanita tersebut menolaknya. Kemudian, ada seorang penjual perhiasan yang mengikat ujung pakaian wanita itu tanpa sepengetahuannya. Akibatnya, ketika ia berdiri, tersingkaplah aurat wanita tersebut, diiringi tawa orang-orang Yahudi di sekitarnya.

Wanita itu berteriak akibat kejadian tersebut. Teriakan itu kemudian terdengar oleh salah seorang Muslim. Ia pun datang menolong dan langsung membunuh pelakunya. Namun, orang-orang Yahudi kemudian mengeroyok dan membunuhnya.

Kabar ini akhirnya terdengar oleh Rasulullah. Beliau langsung mengumpulkan pasukan tentara dan mengutusnya untuk mengepung orang-orang Yahudi.

Itulah salah satu contoh bagaimana Islam sangat memuliakan perempuan. Ketika syariat Islam secara kaffah diterapkan dan hukum Islam digunakan, tindakan seperti pelecehan seksual, baik secara langsung maupun verbal, akan dihentikan dan dicegah. Islam memiliki sistem syariat yang membahas pergaulan sosial. Ada batasan-batasan interaksi antara laki-laki dan perempuan. Bahkan, hal kecil seperti menjaga lisan pun diatur dalam Islam.

Islam mengatur kehidupan manusia, mulai dari bangun tidur hingga membangun sebuah negara. Semua aturan ada di dalamnya. Islam juga menjadi pedoman hidup manusia. Karena itu, penyelesaian seluruh problem kehidupan manusia adalah dengan mengembalikan kehidupan Islam dalam bingkai negara Islam, yaitu khilafah.

وَما أَرْسَلْناكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعالَمِينَ
Kami tidak mengutus engkau, wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia.” (QS Al-Anbiya: 107).

Wallahu a’lam.

Posting Komentar

0 Komentar