AKU DAN PERJUANGANKU


By :*Sastrawan Politik

Aku merasa hening dikeramaian makhluk, ketika pemuja angkara makin durjana sementara para rahib enggan turun dari bilik spritualnya

Aku terseok-seok, diantara kubangan waktu untuk segera menjemput pertolongan, dengan segala kelemahan dan kekurangan. Aku telah berhenti dan menjauh, dari segala praduga kemenangan karena kekuatan dan jumlah

Aku menepi, menyandarkan diri pada dzat yang tak butuh bersandar, pada dzat yang tak butuh bergantung. Kepada-nya lah, semua kusandar dan kugantungkan

Aku telah melepas ikatan ketakutan pada dunia, dan kulihat ancaman kezaliman dan kesulitan hidup sebagai ejekan dan senda gurau belaka. Berbuatlah ! Apapun yang kalian bisa lakukan, karena kalian hanya mampu melakukan itu semua di dunia

Aku telah terikat dengan masa, yang akan jumpai setelah dunia. Karena itu, bawalah kembali seluruh perbendaharaan dunia agar aku berpaling dari perjuanganku. Sarungkan kembali pedang mu, aku khawatir itu justru akan berbalik menikam mu. Sementara diriku, tak akan pernah takut dengan hunusan pedang.

Carilah jalan lapang, untuk menghindar dariku. Carilah jalan lain, jangan menghalangi jalanku. Sebab aku, tak punya pilihan berbalik atau memutar arah, sementara aku khawatir engkau akan tersampar dan jatuh ke selokan karena menghalangi langkah ku.

Jauhilah aku, sepanjang kalian bisa melakukan. Kecuali, bagi yang ingin menjalin persaudaraan, berbagi rasa dan penderitaan, menyatukan diri dalam visi untuk menunaikan hak Allah SWT. Memberlakukan hukum Allah SWT terhadap seluruh umat dan bangsa.

Kemarilah, wahai ujian dan penderitaan. Kariblah dan jadilah saksi perjuangan, agar aku memperoleh apa yang aku tuju, pahala dan ridlo dari-Nya.

Kemarilah, wahai pertolongan dan kemenangan. Sebab tak ada kemenangan tanpa penderitaan, tak ada kemenangan tanpa pertolongan.

Kemenangan bagi perjuangan ku, adalah tegaknya syariat Islam, tegaknya hukum Allah SWT. [].

Posting Komentar

0 Komentar