
Oleh : Ahmad Khozinudin
Sastrawan Politik
Semestinya, Presiden itu mendengar aspirasi rakyat. Segera terbitkan Perppu untuk membatalkan UU Cipta Kerja yang ditolak rakyat. Jangan malah 'ping pong' rakyat ke MK.
Ga usah diajari, rakyat tahu kalo uji UU itu ke MK. Tapi saat ini rakyat sedang melakukan uji politik, bukan judicial review. Jadi arahnya ke Presiden.
Sederhana saja, jika Presiden terbitkan Perppu berarti Presiden berada di pihak rakyat. tapi jika Presiden menolak -dengan alasan apapun termasuk meminta ke MK bagi yang tidak puas- berarti Presiden sama dengan DPR. Presiden dan DPR berkhianat pada aspirasi rakyat.
Coba, siapa yang dukung UU Cipta Kerja ? NU menolak. Muhammadiyah menolak. MUI menolak. Serikat Buruh menolak. Kaum Intelektual dan tokoh akademisi menolak. LSM dan aktivis menolak. ICW menolak. WALHI menolak. Yang menerima dan setuju hanya asing Aseng dan kaum pemodal. Lalu itu UU untuk rakyat atau hanya untuk pemodal ?
Presiden minta yang tak puas ke MK ? Jangan ajari rakyat bunuh diri berkali kali. UU KPK kandas di MK. UU Ormas kandas di MK. Sengketa Pipres 2019 kandas di MK. UU Corona sebentar lagi kandas di MK. Jadi, maunya Presiden UU Cipta Kerja ini kandas lagi di MK ?
Begini saja pak Presiden, kalau pak Presiden enggan mendengar rakyat, ogah terbitkan Perppu, ya sudah. tapi jangan nyetir arah perjuangan rakyat.
Terserah rakyat, tetap dalam posisi uji politik, uji publik, melalui aksi menyampaikan pendapat di muka umum. Terserah rakyat, tak ambil opsi uji hukum di MK yang hasilnya sudah patut diduga.
Nampaknya, jalan kita memang sudah berbeda. Pak Presiden lebih memilih jalan menuju kebun singkong dan kandang itik, ketimbang jalan menuju konsentrasi aksi didepan istana. Pak Presiden lebih sejalan dengan kaum kapitalis, ketimbang berdiri bersama dan mengayomi kepentingan rakyat.
Kalau sudah beda memang sulit dipersatukan. Kami tidak akan memaksa, kami akan tempuh jalan kami sendiri, hingga Allah SWT tetapkan takdir-Nya. kekuasaan itu pasti dipergilirkan.
Asal tahu saja, semua kekuasaan yang zalim terhadap rakyat itu tumbang. Semua kekuasaan yang tak berdiri dan ditopang rakyat itu jatuh.
Fir'aun saja yang kekuatannya luar biasa, juga tumbang. Mudah saja bagi Allah memutuskan suatu urusan. karenanya, kami akan berdoa agar Allah SWT berpihak kepada rakyat, dan segera menghukum kekuasaan zalim. [].

0 Komentar