
Oleh : Ahmad Khozinudin
Sastrawan Politik
Setelah gagal menggiring publik untuk menempuh jalan ke MK, setelah rakyat tetap ngotot demo menuntut Perppu pembatalan UU Cipta Kerja, kini rezim melakukan 'operasi kanalisasi aspirasi ke MK' melalui munculnya Permohonan Uji Materi di MK. Perkara di MK ini akan dieksploitasi oleh rezim, untuk membangun narasi berisi ajakan agar rakyat mengormati proses hukum di MK, dan meminta rakyat untuk menghentikan demonstrasi.
Karena itu, saya mengingatkan kepada segenap rakyat agar tidak boleh kendur, tetap teguh dan semangat di jalur perjuangan, tetap menempuh upaya konstitusional dengan menyatakan pendapat dimuka umum (demo) yang menuntut terbitnya Perppu pembatalan UU Cipta Kerja.
Perlu dipahami hal-hal sebagai berikut :
Pertama, uji materi di MK tidak menghilangkan hak konstitusional setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dimuka umum. Jadi, gugatan di MK tidak bisa mengentikan tuntutan terbitnya Perppu yang ditempuh melalui jalan demonstrasi.
Kedua, uji materi di MK tak memberi jaminan UU dibatalkan, sebagaimana banyak UU di MK diuji dan berakhir tragis (UU Ormas, UU KPK, Sengketa Pilpres 2019).
Ketiga, tekanan masa lebih menghasilkan kemenangan ketimbang berunding di MK. Jangan mau dianggap ngotot, karena kengototan itu justru bermula dari DPR yang ngotot mengesahkan UU yang ditolak rakyat, juga presiden yang ngotot ogah terbitkan Perppu meskipun mayoritas rakyat menghendakinya.
Keempat, saat Perppu pembatalan UU Cipta Kerja dikeluarkan Presiden, otomatis gugatan di MK selesai, karena kehilangan objek permohonan. Jadi fokusnya tetap tuntut Perppu diterbitkan, jangan mau dialihkan ke MK.
Kelima, jika masuk jebakan rezim, mau mengikuti proses di MK, maka rakyat akan kehilangan momentum persatuan untuk melawan kezaliman rezim. Jadi, rakyat wajib bertahan di parit parit perjuangan.
Sudahlah, tak usah lagi dianggap apapun yang dinyatakan rezim. Mereka terbukti khianat, mereka terbukti ngotot, sesekali rakyat menunjukkan kepada rezim makna 'Kedaulatan Rakyat' yang sebenarnya. Tunjukkan, rakyat pemilik kekuasaan sesungguhnya.
Kita akan ajari rezim, bagaimana mengormati dan mendengarkan aspirasi rakyat. Jangan hanya rezim yang minta didengar dan dihormati.
Seluruh elemen rakyat baik buruh, mahasiswa, aktivis, ulama, dan umat Islam pada umumnya wajib melawan. Tidak boleh, kembali dibohongi rezim dengan janji janji palsu. [].

0 Komentar