4 HARI LAGI PILKADA, KUY DIRUMAH AJAH?


Oleh : Ahmad Khozinudin
Sastrawan Politik

Empat hari lagi Pilkada serentak tanggal 9 Desember akan digelar. Seluruh calon dan partai, sudah sibuk mempersiapkan segala amunisi. Mereka sudah tak sabar, ingin diumumkan sebagai pemenang dan menjadi 'Raja' di daerahnya.

Sementara itu, bagi kita yang bukan calon, bukan panitia, bukan peserta Pilkada, bukan anggota Parpol peserta Pilkada, juga harus menyiapkan diri. Persiapkan diri untuk apa? Ya, untuk dirumah ajah.

Apa alasannya?

Pertama, tanggal 9 Desember telah ditetapkan sebagai hari libur nasional. Yang namanya libur kalau tidak liburan ya santai di rumah.

Karena situasi pandemi, tak mungkin memaksakan diri liburan berkerumun. Lebih baik dirumah ajah, santai, minum kopi sambil up date status sosmed.

Kedua, calon kepala daerah itu hakekatnya calon koruptor. Kok bisa? Ya bisa. Wong modal Cabup saja menurut Tito Rp. 30 miliar, sementara gaji Bupati dibawah 10 juta.

Darimana sisanya kalau tidak korupsi? Mau cari pesugihan? Miara Tuyul? Menjadi kepala daerah Nyambi babi ngepet? Ga mungkin lah.

Ketiga, setiap pilihan akan dimintai pertanggungjawaban. Bertanggung jawab diam dirumah ajah itu lebih selamat, ketimbang bertanggung jawab karena andil memilih koruptor.

Lagipula, tak ada hubungannya antara Pilkada dengan peningkatan kesejahteraan di daerah. Kalau peningkatan korupsi, itu datanya ada. Sudah banyak kepala daerah yang dicokok KPK.

Keempat, ini yang paling utama. Apa masih mau ditipu demokrasi? Ditipu mitos kedaulatan rakyat? Bukankah, selama ini kedaulatan itu ditangan kapital? Di tangan oligarki?

Apa sudah tak rindu, ingin segera diatur dengan syariat Islam, diatur dengan hukum Allah SWT. Kalau sudah rindu, ya segera tinggal demokrasi.

Selama ini jalan perjuangan via demokrasi terbukti gagal. Kenapa kita tak berfikir out of the box? Meninggalkan montesqueu dan segera ittiba' kepada Nabi Saw?

Ayolah, kita bukan makhluk bodoh yang berulangkali jatuh pada lubang yang sama. Tinggalkan demokrasi, tegakkan syariat Islam, tegakkan Khilafah. [].

Posting Komentar

0 Komentar