DIA YANG SALAH, KITA YANG HARUS MINTA MAAF!


Oleh: Lia Herasusanti

Begitulah yang terjadi dalam kasus yang menimpa karyawan alf*mar. Seorang konsumen bermobil Mercy mencuri 3 batang coklat ditempatnya bekerja. Dan saat kejadian, ia memvideokan nya. Pelaku pencurian tak terima. Ia menyewa pengacara atas hal ini. Dan akhirnya karyawan tersebut yang harus meminta maaf atas pencurian yang dilakukan wanita kaya itu.

Begitulah nasib karyawan garda terdepan konglomerat ritel Indonesia ini. Harus siap menanggung jika ada barang yang kecurian di tempatnya bekerja. Namun ketika mempertahankan barang milik tuannya kemudian terkena kasus, Bos tak turun tangan membantu. Jadilah ia yang harus menghadapi sendiri kasus ini, dan meminta maaf dihadapan ke-arogansian pelaku pencurian. Benar-benar membuat muak rakyat Indonesia yang menyaksikan semua ini.

Mau heran, tapi ini negeri +62. Dimana hukum lebih berpihak pada si kaya. Kaum tak berpunya, bersiaplah berada disisi yang salah walau pada faktanya ia benar. Selama kita hidup dalam sistem kapitalisme, sistem dimana para pemilik modal berkuasa, jangan berharap kondisi ini berubah.

Berbeda jika kita berada dalam sistem Islam. Hukum berlaku tak pandang bulu. Bahkan jika pun Fatimah anak Rasulullah mencuri, maka akan dipotong tangganya. sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ,

"Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya, seandainya Fatimah puteri Muhammad mencuri, aku akan memotong tangannya." (HR. Bukhari no. 4304 dan Muslim no. 1688)

Rindu sistem yang benar-benar adil. Adil sesuai pandangan Allah, bukan adil dengan standar manusia yang berbeda-beda sesuai kepentingannya. Semoga tak lama lagi. Aamiin Allahumma Aamiin.

Dalam surat Al Maidah ayat 49,

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ
"Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik".

Posting Komentar

0 Komentar