
Oleh: Neng Erna
Muslimah Peduli Umat
Fenomena citayam fashaion week (cfw) benar-benar berhasil menarik perhatian dan viral di masyarakat. Pelakunya kebanyakan adalah para remaja yang biasa nongkrong di salah satu kawasan bisnis di jakarta, mereka melakukan peragaan busana ditempat umum seperti trotoar dan zebra cross, banyak yang menyebut aksi mereka sebagai kreatifitas bahkan ada mentri juga yang menawarkan area depan kantornya sebagai ajang fashion show. Padahal sebagian mereka tidak bersekolah, tidak pulang kerumah, sering tidur di trotoar entah ingat sholat atau tidak.
Sayang, banyak anak muda indonesia hidup dalam kondisi tidak beruntung, mereka terjerat kemiskinan, putus sekolah, terlibat kriminalitas, hedonis dan tidak punya tujuan hidup akibat Pendemi selama 2 tahun lebih. Remaja indonesia juga banyak teracuni budaya-budaya hedonisme, memburu kesenangan meteri, hiburan dan popularitas.
Karena sikap hedonis yang mencari kesenangan duniawi sebagian anak muda indonesia juga tidak takut berhubungan seks sebelum nikah, sebagian lagi karena terjuan ke dunia prostitusi, baik pria maupun wanita, dengan alasan mencari kemewahan atau kesenangan instan, ditambah lagi adanya indikasi remaja yang terlibat LGBT.
Sementara itu kondisi ibadah dari sebagian anak muda indonesia memprihatinkan. Dewan mesjid indonesia (DMI) pernah mengatakan bahwa 65% muslim di indonesia ternyata tidak bisa membaca Al-Qur'an termasuk didalamnya penduduk usia muda.
Siapapun yang peduli dengan nasib umat dan negeri ini harus berfikir dan berusaha menyelamatkan para pemuda, mereka adalah harapan umat masa depan. Kaum muda juga merupakan agen perubahan di tengah umat manusia, para Nabi dan Rasul juga adalah orang-orang berusia muda saat diangkat menjadi utusan Allah.
Oleh sebab itu ada sejumlah langkah yang harus di lakukan orang tua dan kaum muslim untuk menyelamatkan para pemuda dari ideologi sesat dan rusak.
Pertama: Mengokohkan aqidah islam sebagi landasan kehidupan dunia dan akhirat.
kedua: memahamkan para pemuda bahwa tujuan hidup tertinggi adalah mendapatkan ridha Alloh ï·», caranya dengan mengikuti aturan-aturanNya dan memperjuangkannya.
Ketiga: membimbing para pemuda untuk membangun habit/kebiasaan sejak awal. Dengan mengajarkan untuk menaati Allah ï·» dan meninggalkan kemaksiatan.
Keempat: Mendorong para pemuda yang memiliki kepedulian terhadap kondisi umat, serta menjadikan mereka pengemban dakwah yang akan memperjuangkan tegaknya Agama Alloh ï·».
Selamatkanlah anak-anak kita dan para pemuda muslim dan jangan biarkan mereka dihancurkan oleh ideologi sekulerisme-kapitalisme dan para pengusungnya. Jadikanlah mereka para pemuda cerdas dan bermental pejuang dalam menegakkan agama Allah.
Wallohua'lam Bisshowab.

0 Komentar