
Oleh: Lia Herasusanti
Beredar meme bertuliskan "Gerakan Islamphobia, kembalikan standar seragam sekolah negeri kayak dulu". Meme ini mengajak mengembalikan seragam sekolah SD, SMP kembali pada celana pendek dan kemeja lengan pendek untuk siswa, dan rok pendek dan kemeja pendek untuk siswi SD, SMP dan SMA.
Entah apa yang mendasari pembuatan meme ini. Yang jelas, belum lama ini, terjadi kasus depresi seorang siswi SMAN 1 Banguntapan, Sleman yang diopinikan karena diwajibkan memakai kerudung saat MPLS.
Bagi pihak-pihak Islamphobia, kasus ini seakan angin segar. Mereka menjadikannya pemantik untuk bergerak menolak kembalinya kesadaran kaum muslimin kembali pada syariatnya. Para pengusung sekuler merasa geram dengan merebaknya pakaian yang menutup aurat dilingkungan sekolah walaupun itu sekolah negeri.
Kasus seperti ini hanya bisa terjadi di dalam sistem kapitalis sekuler. Sistem yang memisahkan aturan agama dari kehidupan. Mereka merasa berhak menolak aturan yang telah ditetapkan oleh Allah ﷻ, walaupun itu di dunia pendidikan.
Dunia pendidikan yang dalam tujuannya tertulis menginginkan siswa beriman dan bertakwa, namun dalam prakteknya, pendidikannya justru berusaha menjauhkan dari hal tersebut.
Memang tak ada yang aneh jika hal ini terjadi. Karena begitulah konsekuensi di negara sekuler. Ga nyambung antara teori agama dengan praktek di lapangan.
Berbeda dengan sistem Islam. Ketika aturan Allah yang dipakai dalam seluruh aspek kehidupan, di sistem pendidikannya pun akan diterapkan pendidikan Islam. Dimana kurikulum pendidikan awal akan menanamkan penguatan akidah. Sehingga setiap siswa menyadari bahwa apapun yang mereka lakukan, harus seusai dengan tuntunan Allah ﷻ. Karena ridho Allah lah tujuan hidup di dunia ini. Dan mereka menyadari semua yang dilakukannya akan berdampak pada kehidupan yang akan datang. Sehingga saat mereka mengenakan seragam sesuai syariat, mereka paham, itu adalah bukti ketaatan mereka pada Allah ﷻ. Mereka tak akan merasa dipaksa dan depresi. Karena mereka tahu bahwa aturan itu akan membawa mereka pada kebahagiaan di akhirat kelak. Dan untuk sampai pemahaman seperti itu, sekolahlah tempat untuk mendidiknya.
Memang hanya sistem Islam yang dapat menjamin terlaksananya aturan Allah tanpa rintangan. Karena saat aturan Islam diterapkan dalam sistem sekuler seperti saat ini, akan terus terjadi benturan dari pihak-pihak Islamphobia yang diberi ruang. Karena sejatinya kita laksana ikan hidup di daratan. Sekarat!
Dalam surat Al-Jasiyah ayat 23 menerangkan,
أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?"

0 Komentar