
Penulis: Rochma Ummu Arifah
Surat An-Nahl ayat 88 yang artinya berbunyi, "Orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan demi siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan."
Orang kafir adalah golongan orang yang tak mempercayai risalah Islam. Mereka tetap berpegang pada agamanya sendiri sebelum datang dakwah Islam. Keadaan orang kafir di masa lalu dan sekarang tentu saja berbeda.
Orang Kafir Dulu
Dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah ï·º tidak diterima begitu saja oleh manusia kala itu. Ada sebagian manusia yang malah menentang dan menolak dakwah ini, bahkan juga memusuhi dan menghalaginya dari penerimaan manusia lainnya. Sebut saja sebagaimana golongan kafir Quraisy pimpinan pemuka Quraisy seperti Abu Jahal, Abu Sufyan dan Abu Lahab yang menjadi penentang dakwah Islam.
Saat Islam disebarkan lebih luas lagi keluar kota Madinah dan Mekkah, manusia kala itu ditawari oleh Rasulullah dan para sahabat untuk masuk Islam. Ada yang menerima dan sebagian menolak. Kepada yang menolak, Rasulullah menawarkan pilihan untuk tetap berada di dalam agama awal mereka namun berkenan masuk menjadi bagian warga negara Islam kala itu yang dikenal dengan sebutan ahlul dzimmah atau kafir dzimmy.
Inilah golongan orang kafir yang tercatat sebagai warga negara daulah dengan tetap memiliki hak dan kewajiban layaknya muslim yang menjadi warga negara Islam. Negara tetap memberikan pelayanan dan penunaian tanggung jawab sebagai muslim. Tidak ada pembedaan status kafir mereka dibandingkan warga muslim.
Sedangkan golongan kafir yang malah melakukan permusuhan dan memerangi Islam dikenal dengan sebutan kafir harbi. Jika upaya memerangi ini dilakukan secara terang-terangan, dikenal dengan istilah kafir harbi fi'lan, contoh nyata adalah beberapa Bani Yahudi yang di kala masa pemerintahan Rasulullah memusuhi dan memerangi Islam.
Golongan kafir harbi tetap melakukan segala macam cara untuk memerangi Islam dan sampai mengalahkan Islam. Karena sudah menjadi tabiat asli mereka tidak suka dan mencari celah menghancurkan Islam. Inilah yang terus dilakukan sampai pada akhirnya negara Islam diruntuhkan di masa pemerintahan Khalifah Abdul Majid II tahun 1924.
Orang Kafir Sekarang
Keberadaan orang kafir saat ini tak jauh beda dengan apa yang ada di masa lalu. Tabiat asli mereka adalah tidak suka kepada Islam dan berusaha menghancurkan Islam. Saat ini, di kala negara Islam sudah tak ada lagi, sejatinya golongan kafir pembenci Islam semakin merajalela melampiaskan kebencian mereka dengan berbagai bentuk. Kekafiran manusia kala ini, sebagaimana yang disebutkan di dalam Al-Qur'an, dibagi menjadi tiga golongan, yaitu Yahudi, Nasrani dan orang musryik.
Saat ini, golongan Yahudi juga tetap gencar melampiaskan kebenciannya kepada Islam dengan memerangi Islam. Salah satu buktinya adalah upaya pendudukan mereka di Palestina yang sampai sekarang tidak berakhir bahkan terus berusaha mengklaim bahwa Palestina adalah tanah milik mereka.
Termasuk juga Nasrani, golongan ini kerapkali bersengkogkol bersama Yahudi untuk memojokan Islam dan syari'atnya di hadapan manusia. Sebagaimana disebutkan di dalam surat Al-Baqarah ayat 120 yang berbunyi, "Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah".
Ayat ini menegaskan bahwa kebencian dua golongan ini akan terus ada selamanya. Hanya saja, dakwah akan tetap saja dilakukan kepada orang-orang kafir ini karena sejatinya mereka akan menjadi orang yang paling merugi kelak di akhirat karena kekafiran mereka sehingga dakwah harus terus dilakukan demi mengeluarkan mereka dari kekafiran mereka menuju cahaya Islam yang menyelamatkan. Insya Allah.

0 Komentar