
Oleh: Sifi Nurul Islam
Muslimah Pejuang Islam kaffah
Rasulullah ï·º Bersabda: “Sesungguhnya kepemimpinan merupakan sebuah amanah, di mana kelak di hari kiamat akan mengakibatkan kerugian dan penyesalan. Kecuali mereka yang melaksanakan dengan cara baik, serta dapat menjalankan amanahnya sebagai pemimpin.” (H.RMuslim).
Problematika di negeri ini tidak ada habisnya. Hari demi hari makin banyak permasalahan yang datang silih berganti tanpa henti. Belum selesai masalah yang satu, bertambah lagi masalah yang lainnya, contohnya kasus yang belakangan ini terjadi, sebut saja kasus enam orang baduy yang meninggal secara misterius. Namun, setelah ditelusuri oleh tenaga kesehatan lebih lanjut, akhirnya terungkap penyebab kematian keenam orang suku baduy itu dikarenakan penyakit tuberkulosis (TBC).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr. Ati Pramudji Hastuti mengatakan, keenam orang itu ternyata meninggal karena penyakit tuberkulosis. “Kasus TB (tuberkulosis) yang meninggal dunia (di Baduy),” kata Ati kepada wartawan usai menghadiri focus group discussion di Kota Serang (kompas.com, 15/09/2022).
Selain melakukan pemeriksaan, tenaga kesehatan menemukan penyakit malaria, campak, rubela, bahkan stunting di wilayah Baduy. Kesengsaraan masyarakat negeri ini tidak sampai di situ saja, kasus yang lainnya yaitu pembongkaran rumah undang di Garut karena tidak mampu melunasi utang kepada si rentenir sebesar Rp1,3 juta. Kejadian ini berlangsung ketika ia dan keluarganya tidak ada di rumah dan berada di Bandung untuk mencari pekerjaan (detik.com, 17/09/2022).
Lebih mirisnya lagi, Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Drajat Murtianto menyampaikan bahwa 50% penduduk Indonesia mengalami kelaparan tersembunyi (hidden hunger). Hal ini terjadi karena kekurangan zat gizi mikro berupa zat besi, yodium, asam folat, seng, vitamin A, dan zat gizi mikro lainnya (mediaindonesia.com 18/09/2022).
Itulah tadi beragam fakta mengenaskan yang menimpa masyarakat, mulai dari rumah dibongkar karena terjerat rentenir, kematian misterius karena penyakit tidak tertangani, hingga ada sekitar 50% penduduk alami kelaparan tersembunyi. Jika ditelisik dari berbagai sumber, permasalahan yang terjadi di negeri ini adalah ulah dari penguasa yang abai terhadap rakyatnya. Contohnya pada kasus kemiskinan, rendahnya lapangan pekerjaan membuat rakyat kesusahan untuk mencari pekerjaan dan sebaliknya banyak para pekerja yang di PHK. Belum lagi yang lebih parahnya, semua kebutuhan pokok mengalami kenaikan secara drastis.
Alhasil karena tidak ada pilihan lain lagi dan juga melihat kondisi para penguasa yang abai, banyak dari masyarakat yang mengambil jalan tengah dengan jalur pinjaman uang yang mudah meskipun bunganya tinggi, ini dilakukan agar bisa bertahan hidup. Belum lagi terkait masalah kesehatan, banyak masyarakat yang mengalami kelaparan karena kemiskinan yang melanda dan tidak dapat memenuhi kebutuhannya secara layak. Akibatnya, banyak masyarakat yang kekurangan gizi dan terkena penyakit gizi buruk. Jangankan bisa makan makanan yang bergizi, bisa makan sekali sehari saja sudah sangat bersyukur.
Yang terbesit di benak kita, mau sampai kapan rakyat terus menerus mengalami kesengsaraan? Bagaimana peran negara untuk mengatasi semua problematika yang terjadi? Seharusnya negara dan penguasa bisa mengurusi dan memenuhi kebutuhan rakyatnya, karena rakyat merupakan tanggung jawab negara. Jangan sampai amanah yang telah diberikan malah dilalaikan karena lebih memikirkan kepentingan pribadi. Setiap perbuatan yang dilakukan pasti Allah minta pertanggungjawaban di akhirat kelak, terlebih lagi ini bukan hal yang sepele.
Problematika ini tidak akan selesai dan bahkan terus berlanjut jika negara terus mengemban sistem sekuler-kapitalistik sebagai mabda. Mabda ini bukan bersumber dari ajaran Islam, tetapi mengikuti metode barat dan tentunya memisahkan agama dari segala lini kehidupan. Agama tidak boleh ikut campur dalam aspek kehidupan. Dalam praktiknya, para penguasa lebih mementingkan pemilik modal alias kepentingan pribadi daripada kepentingan rakyat dengan tujuan meraih keuntungan sebanyak-banyaknya. Mereka tidak peduli apakah rakyat terpenuhi kebutuhannya atau tidak, akhirnya banyak rakyat yang terlantar karena penguasa yang abai. Inilah potret buram sistem sekulerisme-kapitalistik.
Untuk memperbaiki ini semua diperlukan sistem yang dapat menyelamatkan umat manusia dari jeratan kehancuran menuju kebangkitan yang hakiki, yaitu dengan cara menerapkan sistem Islam sebagai aturan kehidupan. Allah ï·» memerintahkan kepada umat manusia agar mengembalikan semua masalah dengan solusi Islam
“Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (TQS. An-Nisa’ [4]: 59).
Ini dapat dibuktikan lewat sejarah, yaitu selama 13 abad lamanya, Islam dapat berjaya dan dapat memberikan contoh bagaimana seharusnya para penguasa bersikap, yang terampil dalam mengurusi dan mengayomi rakyatnya. Tentunya sistem Islam sangat berperan dalam hadirnya pemimpin yang mengayomi, karena itulah sistem Islam dirindukan untuk bisa berjaya kembali dan memimpin umat di bawah naungan daulah khilafah. Maka, sudah saatnya kita kembali kepada sistem Islam agar bisa mewujudkan Islam rahmatan lil alamin dan menghilangkan malapetaka yang menimpa umat di Negeri ini.
Wallahua'lam bissawab.

0 Komentar