
Oleh: Alex Syahrudin
Penulis Lepas
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah memerintahkan seluruh anggotanya untuk berhenti menggunakan perangkat komunikasi setelah serangkaian ledakan perangkat elektronik melanda Lebanon pekan lalu. Berdasarkan laporan Reuters, langkah ini merupakan bagian dari tindakan pencegahan ekstrem yang diambil menyusul kekhawatiran infiltrasi oleh agen-agen Israel.
"Operasi besar sedang dilakukan untuk memeriksa semua perangkat, bukan hanya peralatan komunikasi," kata salah seorang pejabat senior keamanan Iran, Senin (23/9/2024). Perangkat yang diperiksa sebagian besar berasal dari China dan Rusia, dengan kekhawatiran bahwa beberapa di antaranya mungkin telah disusupi.
Selain itu, Iran memulai penyelidikan menyeluruh terhadap anggota IRGC tingkat menengah dan tinggi, mencakup riwayat perjalanan, rekening bank, dan aktivitas keluarga mereka. Iran juga telah meminta bantuan teknis dari Hizbullah untuk menganalisis ledakan tersebut, dengan beberapa perangkat yang meledak dikirim ke Teheran untuk diperiksa oleh para ahli.
Ledakan di Lebanon, yang menargetkan basis-basis Hizbullah, menewaskan 39 orang dan melukai lebih dari 3.000 lainnya. Pemerintah Lebanon dan Hizbullah menuduh Israel sebagai dalang insiden ini, meskipun Israel belum memberikan tanggapan resmi.
Tindakan pencegahan ini juga terkait dengan upaya Iran melindungi fasilitas nuklir dan rudal strategis mereka, terutama setelah upaya sabotase pada 2023 yang diduga dilakukan oleh Israel.

0 Komentar