MALAPETAKA REMAJA: SISWA SMP PEMAKAI NARKOBA


Oleh: Aulia Syifa
Santriwati PPTQ Darul Bayan Sumedang

Hot news, dunia semakin kesini semakin ke sana, yang kerap diperbincangkan masyarakat saat ini adalah problematika yang selalu berkelanjutan. Namun, terkadang masyarakat sering kali buta dan tuli terhadap problematika umat saat ini, dengan kasus yang semakin hari semakin parah.

Kasus narkoba sudah tidak asing lagi di telinga kita, semakin hari kasusnya semakin parah, seperti kasus yang terjadi sekarang ini. Di Jalan Kunti, Kecamatan Semampir, Surabaya, yang dijuluki sebagai kampung narkoba, berjajar bedeng-bedeng kecil yang terbuat dari kayu beratapkan terpal dan sering digunakan untuk transaksi narkoba serta pesta sabu. Aparat beberapa kali melakukan penggerebekan dan menemukan kasus peredaran narkoba di wilayah tersebut. Polisi juga menemukan bunker di salah satu rumah saat menggerebek kampung narkoba itu.

Kepala BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) Jatim melakukan penggerebekan di kawasan tersebut. Pihak BNN melakukan tes urine terhadap puluhan pelajar SMP dan SMA yang berada dekat dengan lokasi, yang dilakukan pada sekitar 50 siswa, dan hasilnya 15 siswa SMP terdeteksi positif menggunakan narkoba dan merupakan pengguna aktif narkotika. BNN juga menemukan 203 paket kristal putih (narkotika jenis sabu), 222 butir pil hijau Hello Kitty (ekstraksi), 10 amrozolam, 22 pil berwarna hijau, 29 pil berwarna oranye, alat isap sabu, berbagai korek api, dan senjata tajam. Satu wilayah saja sudah sebanyak ini, apalagi se-Indonesia? #Indonesiaprihatin.

FYI, 1 gram sabu-sabu dapat merusak setidaknya 6 sampai 10 orang. Hal ini bisa menjadi lebih parah jika peredaran terjadi di kawasan padat penduduk. "Kalau misalkan Jalan Kunti menjadi pusat peredaran, yang kita ketemukan misalkan kurang lebih 400 gram sampai 600 gram, berarti daya rusaknya kurang lebih 600 orang," terang Ketua BNN, Budi.

Sebelum lanjut, mari kita cari tahu dulu apa itu narkoba, agar kita semakin paham dengan kasus ini. Narkoba adalah bahan atau zat yang, jika dikonsumsi baik secara oral, diminum, dihirup, atau disuntik, dapat mengubah pikiran, suasana hati/perasaan, dan perilaku seseorang. Katanya sih rasanya nge-fly banget sampai mabuk, eh tapi nggak tahu juga sih, nggak pernah coba. Jangan sampai!

Faktor utama penyalahgunaan narkoba berasal dari diri sendiri, tetapi ada beberapa faktor lain yang juga mempengaruhi, antara lain:
  • Perasaan berduka
  • Lingkungan keluarga
  • Tekanan lingkungan sosial (lingkungan pertemanan)
  • Menjadikan narkoba sebagai pengobatan mandiri
  • Kurang percaya diri (dengan mengonsumsi narkoba, merasa lebih percaya diri dan diterima baik oleh lingkungan)
  • Kurangnya pendidikan dan informasi mengenai narkoba
  • Memenuhi rasa penasaran

Dari berbagai faktor ini, peredaran narkoba berlangsung secara sistematis dan merajalela. Hal ini menjadi penyebab maraknya penyalahgunaan narkoba, yang antara lain disebabkan oleh pengabaian terhadap norma dan hukum yang berlaku, kurangnya penguatan nilai keimanan, serta pengaruh lingkungan pertemanan atau pergaulan.

Setiap keputusan yang kita ambil pasti mengandung risiko. Beberapa dampak yang dapat timbul pada seseorang yang menyalahgunakan narkoba antara lain:
  • Memperburuk gangguan mental
  • Meningkatkan infeksi menular (HIV, Hepatitis)
  • Memicu gangguan ingatan (penurunan ingatan, kesulitan untuk membuat ingatan baru)
  • Perubahan kepribadian (gangguan pada otak)
  • Gangguan fisik (jantung, paru-paru, ginjal)

Masih banyak lagi dampak buruk yang ditimbulkan oleh narkoba ini. Sesuatu yang diharamkan agama selalu membawa dampak negatif, namun sebagian orang masih mengingkarinya. Bukan hanya dari segi agama, ini juga merupakan bukti kemungkaran yang dilakukan oleh manusia, dan kemungkaran tersebut tidak boleh dibiarkan merajalela. Mungkin dari kalian muncul pertanyaan, bagaimana cara mencegahnya? Peran orang tua sangat besar dalam pencegahan ini, begitu pula lingkungan keluarga. Mengapa?

Karena orang tua adalah faktor utama dalam perkembangan dan pertumbuhan anak. Peran mereka sangat penting dalam kehidupan anak. Dengan keluarga yang harmonis, permasalahan anak dapat terhindarkan, dan anak pun akan mendapatkan kasih sayang yang penuh. Beberapa langkah pencegahan lain yang bisa dilakukan antara lain:
  • Bantu anak mengelola stres
  • Hindari minum alkohol
  • Pastikan lingkungan yang positif
  • Cari informasi mengenai dampak pencegahan narkoba
  • Meningkatkan kualitas diri (mengenal diri sendiri)

Penyalahgunaan narkoba merupakan kenakalan remaja yang salah satunya disebabkan oleh kesalahan pola asuh orang tua. Berkaca dari kasus ini, Walikota Surabaya meminta orang tua untuk sadar akan peran pengasuhan dan bertanggung jawab atas tumbuh kembang anaknya. Upaya selanjutnya, Pemkot Surabaya akan terus berkoordinasi dengan pengurus tingkat RW dan tokoh masyarakat untuk mengamankan Jalan Kunti. Pemkot juga berkomitmen bekerja sama dengan kepolisian, BNN, dan warga untuk memberantas narkoba di Surabaya.

Adanya problematika ini adalah bukti jelas kezaliman sistem demokrasi yang merusak. Apakah dengan upaya tersebut narkoba bisa diberantas? Oh tidak, buktinya, kasus ini semakin parah. Pemerintah terkadang hanya berbicara, tetapi aksi yang terlihat tidak ada. Pemerintah terlalu lalai dalam menyelesaikan permasalahan negara. Satu-satunya jalan keluar dari persoalan ini adalah daulah Islam yang dipimpin oleh Khalifah. Dengan mengganti sistem demokrasi menjadi sistem Islam yang mensejahterakan, kasus narkoba akan diatasi oleh negara, yang memiliki peran penting dalam mengelola segala hal. Negara bertanggung jawab penuh atas masyarakatnya.

Upaya yang bisa kita lakukan hari ini untuk pencegahan peredaran narkoba adalah dengan menyadarkan masyarakat akan pentingnya pengasuhan anak, membuat surat terbuka kepada pemerintah untuk memberi sanksi tegas bagi pelanggar, serta memberantas peredaran dan perdagangan gelap narkoba.

Sebagai seorang Muslim, kita memiliki kewajiban untuk berdakwah dan berjihad untuk memberantas sistem yang jahat ini serta menegakkan sistem khilafah! Semangat, guys, nggak apa-apa kita jadi WNI dulu ya. Semoga daulah khilafah segera tegak, jangan lupa selalu isi ulang iman kita agar tidak terbawa arus hawa nafsu dan pergaulan bebas.

Apalagi kita remaja harus bisa mengontrol hawa nafsu, karena jihad terberat adalah berperang dengan hawa nafsu. Kita harus bisa membedakan antara hawa nafsu dan kebutuhan, jangan sampai fomo nanti malah kebawa arus.

Semoga kita selalu berada dalam lindungan Allah agar terhindar dari berbagai perilaku buruk.

Wallahu alam.

Posting Komentar

0 Komentar