
Oleh: Ummu Zaid
Penulis Lepas
Konflik di Sudan hari ini adalah perebutan kekuasaan dua jenderal dari SAF dan RSF. Sebelumnya, Sudan juga pecah dengan perang saudara selama 22 tahun, mulai tahun 1983 hingga 2005. Tentunya ini sangat memprihatinkan, padahal penduduk Sudan mayoritas Islam, apalagi secara geografis, Sudan memiliki kekayaan sumber daya alam, terutama emas, yang sangat luar biasa, sehingga ini salah satu faktor pemicunya. Dalam aksinya, RSF melakukan pembunuhan massal, penahanan warga secara sewenang-wenang, hingga menyerang fasilitas medis. Jumlah orang yang tewas mencapai 40.000 orang, dan 14 juta orang mengungsi, sehingga menciptakan krisis kemanusiaan. Bahkan bisa dikatakan, Sudan mengalami konflik militer dan bencana kemanusiaan.
Sudan adalah negara terbesar ketiga di Afrika yang memiliki piramida lebih banyak dan Sungai Nil lebih panjang dari Mesir. Sudan disebut sebagai produsen emas Arab terbesar, dengan kekayaan SDA yang melimpah, hingga mengalami krisis kemanusiaan yang panjang.
Krisis di Sudan sebetulnya sudah lama berlangsung dan bukan murni konflik etnis. Namun, ada keterlibatan negara adidaya, Amerika Serikat dan Inggris, yang melibatkan negara-negara bonekanya, yaitu Zionis dan UEA, terkait perebutan pengaruh politik proyek Timur Tengah baru Amerika Serikat demi kepentingan perampokan sumber daya alam yang melimpah, seperti emas, minyak bumi, dan lahan pertanian yang subur. Lembaga-lembaga aturan internasional dibuat dalam kerangka kepentingan untuk melanggengkan hegemoni negara-negara adidaya terhadap negeri-negeri Muslim, ditambah Sudan yang kaya SDA hanya menjadi objek permainan dan perebutan negara-negara adidaya.
Konflik yang ada di Sudan tentunya butuh perhatian dari penguasa negeri-negeri Islam untuk membantu warga Sudan, karena pada dasarnya mereka adalah saudara seiman. Rasulullah ï·º bersabda:
اَÙ„ْÙ…ُسْÙ„ِÙ…ُ Ø£َØ®ُÙˆ الْÙ…ُسْÙ„ِÙ…ِ، Ù„َا ÙŠَظْÙ„ِÙ…ُÙ‡ُ ÙˆَÙ„َا ÙŠَØ®ْذُÙ„ُÙ‡ُ ÙˆَÙ„َا ÙŠَØْÙ‚ِرُÙ‡ُ
"Seorang Muslim adalah saudara bagi sesama Muslim; ia tidak menzaliminya, tidak menelantarkannya, dan tidak merendahkannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Umat Islam juga harus perhatian dengan memberikan opini bahwa persatuan umat Islam sangat penting untuk menolong penduduk Sudan, karena mereka adalah korban dari keserakahan penguasa dzalim yang mementingkan kepentingan sendiri tanpa rasa belas kasihan. Maka umat harus disadarkan dan dinaikkan level berpikirnya sehingga mampu membaca seluruh problem dunia dalam kacamata ideologis dan keniscayaan perang peradaban antara Islam dan ideologi non-Islam.
Umat harus dipahamkan bahwa hanya sistem Islam khilafah yang bisa diharapkan memberikan solusi berbagai krisis, baik politik, ekonomi, dll., hingga kerahmatan bisa tercipta di dunia. Dengan kesadaran umat, Islam akan bisa memotivasi untuk terus berjuang menegakkan khilafah dengan dorongan iman saja.
Persatuan negeri-negeri Muslim di bawah naungan khilafah adalah sebuah keniscayaan untuk melawan hegemoni negara-negara kafir Barat yang terus menerus membuat umat Islam terjajah, terpisah, dan menderita.
ÙˆَÙ„َا ÙŠَزَالُونَ ÙŠُÙ‚َاتِÙ„ُونَÙƒُÙ…ْ ØَتَّÙ‰ٰ ÙŠَرُدُّوكُÙ…ْ عَÙ†ْ دِينِÙƒُÙ…ْ Ø¥ِÙ†ِ اسْتَØ·َاعُوا ۚ
"Dan mereka (orang-orang kafir) itu tidak akan berhenti memerangi kalian sampai mereka dapat memalingkan kalian dari agama kalian, jika mereka sanggup." (QS. Al-Baqarah: 217)

0 Komentar