
Oleh: Nita Nur Elipah
Penulis lepas
Baru-baru ini publik dikejutkan dengan pengumuman Pemerintah Amerika Serikat yang berencana "membangun Gaza Baru," proyek pembangunan dari nol wilayah Palestina yang hancur. Merujuk pada salindia presentasi resmi, AS akan membangun puluhan gedung pencakar langit yang membentang di sepanjang pantai dan bekas perumahan di kawasan Rafah yang telah luluh lantak.
Presentasi proyek ini disampaikan selama seremoni penandatanganan "Dewan Perdamaian" yang digagas Presiden AS, Donald Trump, di sela kegiatan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kamis (22/01).
Peta yang ditampilkan pemerintah AS juga menunjukkan rencana pengembangan kawasan perumahan, pertanian, dan industri baru secara bertahap, untuk populasi yang mereka targetkan sekitar 2,1 juta orang. (BBC, 23/01/2026).
Sungguh, ini adalah kabar buruk bagi rakyat Palestina dan kaum Muslimin di seluruh dunia. Rakyat Palestina sebagai penduduk asli dan pemilik tanah akan diusir oleh Yahudi Zionis dan pendukungnya, yakni Amerika Serikat.
AS dan Israel dari dulu memang berambisi untuk menguasai Gaza dan ingin menghilangkan jejak genosida dengan membangun New Gaza. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat posisi kendali politik internasional AS, dengan membentuk Dewan Perdamaian Gaza (DPG) dan merangkul negeri-negeri Muslim.
Semua itu dilakukan sebagai siasat untuk menguasai dan mengendalikan Gaza secara total. Sungguh, ini adalah penjajahan yang nyata dan harus dihentikan oleh para pemimpin negeri-negeri Muslim. Namun, sepertinya hal itu tidak akan dilakukan, karena mereka berkhianat kepada saudara mereka di Gaza Palestina dengan mendukung rencana AS dan Israel.
Harus kita ketahui bahwa wilayah Gaza dan Palestina sejatinya adalah tanah milik umat Islam yang dirampas oleh Israel. Allah ﷻ melarang umat Islam untuk tunduk patuh dan memberikan loyalitas pada negara kafir.
Allah ﷻ berfirman:
وَلَن يَجْعَلَ اللّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلاً
"Allah sekali-kali tidak akan memberi kaum kafir jalan untuk memusnahkan kaum Mukmin." (QS. An-Nisa‘ [4]: 141).
Firman Allah ﷻ:
قَاتِلُوا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ
"Perangilah kaum yang tidak mengimani Allah dan Hari Akhir, yang tidak mengharamkan apa yang telah Allah dan Rasul-Nya haramkan, dan tidak beragama dengan agama yang benar (Islam), yaitu kaum yang diberi al-Kitab, hingga mereka membayar jizyah dengan patuh dan mereka dalam keadaan tunduk." (QS. At-Taubah [9]: 29)
Imam al-Qurthubi menyatakan, “Allah tidak akan pernah menjadikan bagi kaum kafir atas kaum Mukmin jalan untuk menghapus negara kaum Mukmin, melenyapkan pengaruh mereka, dan mencederai kesucian mereka.”
Dari ayat-ayat di atas sudah jelas bahwa kaum Muslim tidak boleh tunduk kepada orang kafir dan justru harus memerangi mereka karena AS dan Israel sudah nyata memerangi kaum Muslim di Palestina. Juga tidak boleh menyerahkan kepemimpinan kepada orang kafir, karena sama artinya dengan memberi mereka jalan untuk menguasai kaum Muslim. Ini adalah perbuatan haram.
Umat dan penguasa dunia Islam wajib melawan semua makar AS dan Israel yang akan menguasai Gaza. Dengan sama-sama berjuang menegakkan Khilafah dan jihad untuk membebaskan Palestina. Ini adalah kewajiban dan harus menjadi prioritas perjuangan umat bersama partai politik Islam ideologis.
Wallahu a'alam bish-shawab.

0 Komentar