
Oleh: Iceu Sartika
Penulis Lepas
Dunia yang saat ini berada di bawah kendali Amerika Serikat (AS) dan ideologi kapitalismenya telah menjadikan umat Islam terjajah. Penjajahan ini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan penjajahan yang halus, yaitu penjajahan pemikiran. Banyak umat Islam yang tidak menyadari bahwa mereka sedang dijajah. Dari sisi perilaku pun sudah jauh dari nilai-nilai Islam. Banyak orang zaman sekarang tidak memahami adab dan tata krama, tidak tahu bagaimana cara menghormati orang tua, guru, kakak, dan sesama.
Kaum Muslimin juga diperangi melalui pemikiran. Akibatnya, mereka menjadi lemah, mudah dipropaganda, mudah diadu domba, mudah diprovokasi, dan akhirnya bertindak brutal tanpa memahami mana yang benar dan mana yang salah. Kondisi ini membuat kaum Muslimin semakin menderita dan kehidupan masyarakat semakin sekuler, jauh dari nilai-nilai agama.
Hal ini terjadi karena kaum Muslimin tidak memiliki perisai yang mengatur kehidupan mereka secara total, baik dalam pengelolaan sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Saat ini yang berkuasa bukan sistem Islam, melainkan sistem kapitalisme. Sistem inilah yang mengatur kehidupan dunia, termasuk negeri-negeri kaum Muslimin.
Amerika Serikat sebagai pusat kekuasaan kapitalisme bertindak semena-mena dalam menguasai negeri-negeri kaum Muslimin. Negara-negara yang kaya raya, termasuk Indonesia, menjadi sasaran eksploitasi. Sumber daya alam seperti emas, timah, perak, minyak, pohon-pohon, lahan, laut, dan gunung dikuasai oleh pihak asing, sementara rakyat Indonesia hanya menikmati dampak buruknya. Rakyat menjadi tidak berdaya karena dibungkam oleh undang-undang dan aturan yang berpihak pada kepentingan kapitalis.
Lalu, bagaimana caranya agar kaum Muslimin bisa sejahtera? Tidak ada jalan lain selain dengan diterapkannya sistem Islam, sistem yang diridhai Allah. Dengan diterapkannya Islam secara menyeluruh, kehidupan manusia tidak akan seperti sekarang, yang dipenuhi pembunuhan, pencurian, perjudian, perselingkuhan, dan berbagai kerusakan lainnya. Semua itu pada hakikatnya bersumber dari satu masalah utama, yaitu tidak terpenuhinya kebutuhan ekonomi secara adil.
Kondisi ini terjadi karena penguasa kapitalis salah dalam mengelola sumber daya alam. Dalam sistem kapitalisme, kekayaan alam lebih banyak dinikmati oleh segelintir orang dan korporasi, sementara rakyat dibiarkan berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Berbeda dengan sistem Islam, di mana sumber daya alam dikelola oleh negara dan hasilnya dikembalikan kepada rakyat. Kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan gratis, kesehatan gratis, air, listrik, gas, dan kebutuhan pokok lainnya dijamin oleh negara. Dengan sistem ini, kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara nyata. Seorang ibu pun dapat fokus mendidik anak dan mengurus rumah tangga tanpa harus keluar rumah demi memenuhi kebutuhan keluarga, sebagaimana yang banyak terjadi saat ini.
Oleh karena itu, sudah seharusnya umat Islam bangkit dengan kebangkitan yang hakiki, yaitu menegakkan kembali syariat Islam untuk melawan hegemoni Amerika Serikat dan sistem kapitalisme. Umat Islam sudah saatnya bersatu, menyatukan pemikiran, perasaan, dan aturan. Dengan persatuan kaum Muslimin, Islam akan menjadi kuat, mampu meruntuhkan sistem kapitalisme, dan Islam pasti menang.
Wallahu A'lam.

0 Komentar