
Oleh: Sayuti
Penulis Lepas
Saat ini, perkembangan teknologi di era digital membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia, salah satunya adalah munculnya game online. Game online sangat digemari oleh berbagai kalangan, terutama remaja. Meskipun game online dapat menjadi sarana hiburan, akan tetapi jika dimainkan secara berlebihan, dapat menimbulkan berbagai dampak negatif.
Dalam sebuah survei penelitian ditemukan bahwa kecanduan game online berkorelasi negatif terhadap kualitas hidup remaja, yakni semakin tinggi kecanduan, semakin rendah kualitas hidup yang mereka alami, termasuk dari segi hubungan sosial dan kesehatan secara umum. (jki.ui.ac.id)
Sebab itu, Islam sebagai agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan memberikan panduan agar umatnya dapat bersikap bijak dalam menyikapi fenomena ini. Fenomena maraknya game online tidak bisa dilepaskan dari sistem kehidupan modern yang menempatkan hiburan sebagai komoditas utama.
Melalui reward instan, level berjenjang, dan sistem kompetisi tanpa batas, hal ini menjadikan game online bukan sekadar sarana hiburan, tetapi menciptakan ketergantungan (addictive design). Desain digital seperti sistem hadiah, tantangan bertingkat, dan fitur interaksi sosial telah terbukti secara riset termasuk dalam kategori desain perilaku yang mempromosikan penggunaan berkepanjangan.
Secara jelas, inilah produk industri hiburan modern yang mengejar keuntungan dan sering kali belum mempertimbangkan efek moral, psikologis, dan sosial. Ini bukan sekadar hiburan netral lagi.
Fakta menunjukkan bahwa industri game dirancang untuk membuat pemain semakin asyik dan terus kembali bermain selama mungkin. Mekanisme ini secara perlahan membentuk pola hidup konsumtif dan candu hiburan, terutama pada remaja yang sedang dalam fase pembentukan jati diri dan tanggung jawab.
Bahaya Game Online
Bahaya game online salah satunya adalah melalaikan kewajiban, seperti salat, belajar, dan membantu orang tua. Tidak sedikit pemain game yang terlalu asyik bermain hingga lupa waktu. Ini menjadi masalah bila game menggeser prioritas tugas utama sehari-hari.
Game online juga dapat menyebabkan kecanduan. Banyak penelitian menunjukkan hubungan antara kecanduan game online dengan penurunan kualitas hidup remaja, termasuk gangguan waktu tidur, kesehatan mental, dan perilaku sosial yang kurang optimal.
Kecanduan ini membuat seseorang sulit mengendalikan diri, mudah marah, dan kurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Beberapa studi menunjukkan kecanduan game online berkorelasi dengan kelemahan dalam interaksi sosial, karena pemain menghabiskan banyak waktu dalam dunia game, sehingga berkurangnya waktu bergaul di kehidupan nyata.
Dalam Islam, sikap berlebihan (israf) tidak dianjurkan karena dapat membawa mudarat bagi diri sendiri.
Bahaya lainnya adalah menurunnya akhlak. Tidak sedikit game online mengandung unsur kekerasan, kata-kata kasar, serta perilaku tidak terpuji yang dapat memengaruhi sikap dan kepribadian pemain, khususnya anak-anak dan remaja. Beberapa studi kualitatif menyatakan bahwa konten yang terlalu banyak menampilkan konflik dan antagonisme serius dapat memengaruhi cara berpikir remaja terhadap penyelesaian masalah di dunia nyata.
Tidak bisa dielakkan, bila terjadi pembiaran, lahirlah generasi yang lemah secara mental dan empati yang minim, tentu saja jauh dari pemahaman syariat Islam. Padahal, syakhsiyah Islamiyah (kepribadian Islami) pada diri remaja berperan sebagai pondasi peradaban. Kerusakan akhlak akibat game online bukan hanya masalah individu, tetapi ancaman serius bagi masa depan umat.
Solusi Menurut Islam
Agama Islam mengajarkan prinsip keseimbangan (wasathiyah) dalam kehidupan. Game online boleh dimainkan selama tidak melanggar syariat dan tidak mengganggu kewajiban utama. Seorang Muslim harus mampu mengatur waktu antara ibadah, belajar, bekerja, dan hiburan. Prinsip ini juga sejalan dengan penekanan dalam banyak penelitian yang menekankan self-management dan kendali diri untuk mencegah dampak buruk kecanduan game.
Solusi lainnya adalah dengan memperkuat iman dan takwa. Dengan iman yang kuat, seseorang akan lebih mampu mengendalikan hawa nafsu dan menggunakan teknologi secara bijak. Orang tua juga memiliki peran penting dalam memberikan pengawasan dan teladan yang baik kepada anak-anaknya. Penelitian menunjukkan bahwa peran dukungan keluarga signifikan dalam menurunkan perilaku kecanduan game online pada anak.
Islam menganjurkan umatnya untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti membaca Al-Qur'an, berolahraga, menuntut ilmu, dan bersosialisasi secara positif.
Negara juga memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi generasi dari dampak buruk industri hiburan, selain peran individu dan masyarakat. Konten digital yang merusak akhlak dan kepribadian merupakan tanggung jawab negara sebagai raa'in (pengurus) dan junnah (pelindung) rakyat. Keberadaan teknologi harus diarahkan untuk kemaslahatan umat, bukan semata untuk ekonomi saja.
Penutup
Pada dasarnya, game online bukanlah sesuatu yang sepenuhnya buruk, namun dapat menjadi berbahaya jika digunakan secara berlebihan dan tanpa kontrol. Islam memberikan solusi yang jelas agar umatnya tidak terjerumus dalam hal-hal yang merugikan. Dengan mengatur waktu, menjaga iman, dan mengutamakan kewajiban, game online dapat disikapi secara bijak dan tidak membawa dampak negatif bagi kehidupan.
Dengan penerapan nilai-nilai Islam secara menyeluruh, umat akan mampu menghadapi tantangan teknologi modern tanpa kehilangan arah hidup dan jati diri sebagai hamba Allah ï·».

0 Komentar