SOLUSI STUNTING DENGAN MBG


Oleh: Ummu Zaid
Penulis Lepas

Program MBG pada masa liburan sekolah selama 2 minggu menimbulkan pro-kontra di masyarakat, dinilai menyusahkan karena anak masuk hanya untuk mengambil MBG. Menurut CELIOS yang diwakili oleh Dr. Media Wahyudi Azkar, ada pemaksaan agar MBG tetap berjalan walaupun saat liburan sekolah. Wahyudi menilai ada kesalahan tata kelola MBG, karena hanya memikirkan satu pihak, yaitu dapur SPPG agar terus berjalan sehingga masih ada keuntungan. (Kompas TV, 26/12/2025).

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris memberikan saran agar program MBG digunakan untuk memperkuat fasilitas kesehatan atau mendukung pemulihan gizi di wilayah dengan tingkat stunting akut. (Kontan, 28/12/2025). Padahal, program MBG sudah berjalan setahun, namun ancaman stunting tetap tidak terselesaikan. Tidak cukup sampai di situ, ada permasalahan lain terkait program MBG, yaitu adanya keracunan massal MBG, ompreng mengandung babi, SPPG tidak sesuai standar, dan budgeting anggaran besar yang berdampak pada pengurangan anggaran bidang lain yang mewarnai masalah MBG.

MBG adalah program yang lebih mengutamakan kepentingan politik dan ekonomi daripada manfaatnya untuk masyarakat. Fokus utama program ini adalah agar tetap berjalan, meskipun tidak dapat menyelesaikan masalah stunting. Dengan memaksakan program ini terus berjalan meski banyak masalah di lapangan, terlihat bahwa MBG lebih mengutamakan kepentingan penguasa dan pengusaha yang mengelola SPPG, yang kebanyakan merupakan kroni penguasa. Hal ini juga menunjukkan bahwa penguasa kapitalistik tidak bertanggung jawab dalam mengelola anggaran negara yang seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat.

Dalam sistem Islam, setiap kebijakan adalah untuk kemaslahatan rakyat dan sesuai syariat. Visi negara adalah pelayan, sehingga kebijakan harus dalam rangka melayani kebutuhan rakyat, bukan untuk kepentingan pengusaha atau untuk popularitas penguasa. Selain itu, Islam akan memenuhi kebutuhan gizi rakyat secara integral dengan melibatkan semua sistem yang ada.

Sistem pendidikan akan mengajarkan tentang pentingnya gizi. Sistem ekonomi akan mencukupi kebutuhan dasar rakyat, dan negara akan menyediakan lapangan kerja sehingga kepala keluarga dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Selain itu, negara akan memastikan ketersediaan bahan pangan dengan harga yang terjangkau, sehingga makanan bergizi bisa dengan mudah diakses oleh masyarakat.

Ini adalah gambaran kebijakan negara khilafah dalam mengurus urusan rakyat yang sesuai dengan syariat Islam, khususnya dalam menangani stunting. Oleh karena itu, sangat penting bagi umat Islam untuk mengembalikan khilafah dalam kehidupan mereka, karena khilafah telah terbukti berhasil dan peradaban Islam pernah memimpin selama 13 abad. Allah ﷻ berfirman:

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
"Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? Dan siapakah yang lebih baik hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin?" (QS. Al Maidah 50).

Posting Komentar

0 Komentar