
Oleh: Ummu F3
Penulis Lepas
Rajab identik dengan peristiwa bersejarah Isra Mi'raj Nabi Muhammad ﷺ. Setiap tahun, kaum Muslim merayakannya dengan gegap gempita. Sejumlah tema yang menarik dan konsep acara yang beragam disiapkan untuk menarik anak-anak, remaja, dan orang dewasa dalam perayaan Isra Mi'raj, termasuk mengingatkan kembali syariat salat yang didapat Rasulullah dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa yang Terlupa
Peringatan Isra Mi'raj hari ini hanya sebatas seremonial semata tanpa menengok pada peristiwa yang melatarbelakanginya dan sesudahnya. Sebelum terjadi Isra Mi'raj, Rasulullah mengalami kesedihan yang berturut-turut. Perjuangan dakwah beliau yang berat harus kehilangan dua penyokong utama, yaitu paman dan istrinya. Rasulullah sebagai manusia biasa merasa bersedih dengan kepergian mereka berdua. Namun, beliau selalu yakin Allah akan menolong agama-Nya.
Keyakinan beliau terwujud tiga tahun setelah peristiwa Isra Mi'raj. Setelah Allah menghibur Rasulullah dengan perjalanan Isra Mi'raj sekaligus mendapatkan perintah salat, Allah melengkapi kebahagiaan Rasulullah dengan peristiwa Baiat Aqabah 2. Baiat yang dilakukan oleh penduduk Yasrib (Madinah) yang menunjukkan kesiapan mereka untuk diterapkan Islam di wilayah mereka. Inilah kemenangan nyata. Kebahagiaan yang tiada duanya. Penanda diterapkannya syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan dengan hijrahnya Rasulullah ke Madinah dan mendirikan negara Islam di sana.
Demikianlah, Isra Mi'raj sejatinya bukan sekadar momentum spiritual saja dengan diturunkannya perintah salat, tetapi sekaligus sebagai gerbang tegaknya hukum-hukum Islam di Madinah. Kaitan salat dengan penegakan hukum Islam disampaikan Rasulullah dalam hadis dari Ummu Salamah, beliau bersabda, “Akan ada para pemimpin, lalu kalian mengetahui (perbuatan munkar mereka) dan kalian mengingkarinya. Barangsiapa mengetahui, maka dia telah terbebas (dari dosa dan siksa). Dan barangsiapa mengingkari, maka dia selamat. Tapi barangsiapa rida dan mengikuti (maka dia tidak terbebas dan tidak selamat).” Para sahabat berkata, “Tidakkah kami memerangi mereka?” Beliau berkata, “Tidak selama mereka masih salat” (HR Muslim).
Mengenai hadis ini, Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa tidak boleh keluar dari ketaatan kepada para khalifah hanya karena kezaliman dan kefasikan mereka saja, selama mereka tidak mengubah sesuatu dari dasar-dasar Islam. (Imam Nawawi, Syarh Shahih Muslim, 12/243)
Jadi, hadis tersebut berkaitan dengan seorang pemimpin yang menegakkan hukum-hukum Islam, bukan hanya sebatas pemimpin yang beragama Islam dan masih menjalankan ritual salat saja.
Memaknai Peringatan Isra Mi'raj
Sebagai seorang Muslim yang mengaku umat Nabi, sudah seharusnya mengikuti Rasulullah dalam setiap aspek kehidupan. Tidak hanya berkaitan dengan salat saja, tetapi terkait dengan seluruh penerapan hukum-hukum Islam, baik yang berhubungan dengan diri sendiri, begitu juga yang berhubungan dengan sesama manusia. Dalam setiap persoalan, dalam setiap pengaturan kehidupan seharusnya menggunakan syariat Islam sebagaimana yang beliau contohkan. Penerapan hukum-hukum Islam tidak akan bisa dilakukan tanpa adanya sebuah negara Khilafah, yang hingga hari ini sudah hampir 105 tahun kaum Muslimin kehilangan kekhilafahan.
Pada bulan Rajab pula, khilafah dibubarkan oleh Mustafa Kemal dan dimulainya penderitaan umat Islam karena kehilangan perisainya. Sejak saat itu, kaum Muslim tercerai-berai dalam negara-negara bangsa, penderitaan-penderitaan terus melanda, Palestina tidak pernah merdeka, negeri-negeri kaum Muslim juga menjadi hidangan yang diperebutkan negara-negara imperialis dunia. Kaum Muslim lemah tanpa ada khilafah.
Rajab, momen penting untuk mengembalikan institusi khilafah. Tak hanya mengingat peristiwa Isra Mi'rajnya saja, tetapi sudah seharusnya kita kembali berjuang menegakkan khilafah sesuai dengan manhaj kenabian.
Upaya ini membutuhkan sinergi seluruh kaum Muslim. Bersama dengan partai politik yang istikamah memperjuangkannya, kaum Muslim harus bersatu hingga khilafah kedua tegak tak lama lagi. Bersama partai politik yang memperjuangkan Islam, memahamkan umat akan kewajiban penerapan syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan.
Wallahu'alam.

0 Komentar