PENGABAIAN SEKOLAH DAN PESANTREN PASCA BENCANA


Oleh: Ummu Zaid
Penulis Lepas

Meski banyak sekolah yang terdampak bencana di Sumatra sudah mulai aktif kembali, masih ada ratusan sekolah di Aceh Utara yang terendam lumpur. Selain itu, 120 pesantren dan balai pengajian juga mengalami kerusakan akibat banjir bandang. Dari jumlah tersebut, 16 unit rusak berat, 80 rusak sedang, dan 24 rusak ringan. Untuk balai pengajian, 16 unit rusak berat, 43 rusak sedang, dan 11 rusak ringan. Padahal, lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran yang sangat penting dalam pembinaan akhlak dan pendidikan generasi muda. Sebagai solusi, kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah diberlakukan dengan sistem jam fleksibel. (CNN Nasional, 16/01/2026)

Pemulihan fasilitas pendidikan yang rusak akibat bencana merupakan tanggung jawab negara dan tidak boleh dibebankan pada masyarakat. Nasib pendidikan anak-anak yang terdampak bencana harus dijamin oleh negara, baik dalam hal pemulihan fasilitas fisik maupun pemulihan mental, serta pembangunan kepribadian Islam yang kokoh. Selain itu, peran pendidikan dan pesantren sangat penting dalam menanamkan akidah yang kuat, serta menyadarkan umat tentang peran manusia sebagai Khalifah di muka bumi.

Islam mewajibkan negara untuk menjamin pendidikan gratis bagi seluruh warganya, sementara sistem pendidikan Islam berfokus pada akidah Islam dan bertujuan membentuk siswa dengan kepribadian Islam yang kokoh. Oleh karena itu, negara harus memberikan perhatian serius terhadap pemulihan sekolah dan pesantren yang rusak, agar proses pendidikan tidak tertunda lebih lama. Peran utama seorang Muslim adalah menjadi Khalifah di bumi, yakni mengelola sumber daya alam untuk kesejahteraan umat manusia dan bukan merusaknya. Kita perlu membangun kesadaran umat untuk aktif dalam mencetak generasi terbaik yang siap menegakkan syariat Islam. Allah ﷻ berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَ لَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمْ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, serta beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS Ali Imran: 110)

Dengan penerapan Islam Kaffah dalam negara khilafah, pengabaian terhadap sekolah dan pesantren pasca bencana tidak akan terjadi. Khalifah akan segera melakukan langkah-langkah kuratif dan preventif untuk menangani bencana. Bahkan, rakyat tidak akan dibiarkan berjuang sendiri dalam memulihkan kondisi mereka di tengah bencana. Rasulullah ﷺ bersabda:

أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
"Setiap kalian adalah penggembala dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang digembalakan. Seorang pemimpin adalah penggembala atas rakyatnya dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas rakyatnya. Seorang suami adalah penggembala atas keluarganya dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas keluarganya. Seorang istri adalah penggembala atas rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas mereka. Seorang budak adalah penggembala atas harta tuannya dan ia akan diminta pertanggungjawaban atas harta itu. Ketahuilah, setiap kalian adalah penggembala dan setiap kalian akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang digembalakan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Posting Komentar

0 Komentar