
Oleh: Muhar
Jurnalis Lepas
Menanggapi kasus skandal pedofilia, pemerkosaan berantai, dan perdagangan manusia yang melibatkan Jeffrey Epstein, analis politik dari Forum of Contemporary Ummah Studies (FoCUS), Iwan Januar, menyatakan bahwa dalam kehidupan masyarakat Barat yang sekuler dan liberal, agama hanya dijadikan sarana healing spiritual dan hiburan.
“Mereka ada perayaan seperti Paskah dan Natal, itu sifatnya memang healing spiritual dan juga untuk hiburan bagi mereka,” ujarnya dalam acara diskusi Live Fokus: Skandal Epstein Mengguncang Elit Dunia di kanal YouTube UIY Official, Ahad (8/2/2026).
Selebihnya, ungkap Iwan, agama tidak dijadikan sebagai tolok ukur atau kompas moral dalam kehidupan.
“Kompas moralnya adalah keinginan mereka, apa pun yang (dianggapnya) bisa memberikan manfaat,” imbuhnya.
Maka, lanjutnya, kondisi tersebut kemudian melahirkan paham hedonisme, yaitu mencari kepuasan yang bersifat jasmaniah.
Ketika hedonisme sudah berada pada tataran kepuasan pribadi, jelas Iwan, maka yang dicari adalah kepuasan seksual dengan berbagai cara, sebagaimana dalam kasus Epstein.
Lebih lanjut, Iwan juga menyoroti praktik ritual di masyarakat Barat yang meskipun secara formal beragama, namun tidak lagi mengikuti ajaran agama yang dianutnya. Mereka justru mencari ritual lain yang dianggap lebih memuaskan hawa nafsu.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada munculnya ratusan sekte agama di Amerika Serikat.
“Maka, mereka mencari agama lain yang ekstrem, yang kemudian menjadi suatu kegilaan yang sangat luar biasa,” pungkasnya.

0 Komentar