PENGKHIANATAN PEMIMPIN MUSLIM


Oleh: Ummu Zaid
Penulis Lepas

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan optimisme kuat terhadap tercapainya perdamaian di Gaza usai menandatangani Board of Peace. (Setkab, 22/01/2026). Dengan bergabungnya Indonesia ke Board of Peace, menurut pengamat, bisa berisiko menjadi antek asing jika tidak punya agenda jelas. Di sisi lain, juru bicara luar negeri pemerintah mengatakan partisipasi dalam Board of Peace memiliki makna strategis untuk menjaga agar proses transisi Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara dan tidak berkembang menjadi pengaturan permanen yang mengabaikan hak-hak rakyat Palestina. (BBC News, 22/01/2026).

Alasan Indonesia menandatangani Board of Peace adalah demi perdamaian dunia, padahal kompensasi ikut Board of Peace harus membayar 1 miliar dolar (Rp 17T) untuk memperoleh keanggotaan tetap. Menurut Menkeu RI Purbaya dana tersebut akan diambilkan dari APBN. Sedangkan arah Board of Peace dikendalikan oleh Donald Trump dengan kuasa hak veto.

Board of Peace dibentuk bukan untuk perdamaian Palestina, bahkan Palestina tidak dilibatkan sama sekali, melainkan untuk kepentingan geopolitik dan ekonomi Amerika Serikat. Donald Trump ingin menguasai Gaza, mengusir penduduknya, dan membangun Gaza baru yang berisi gedung-gedung pencakar langit, wisata pantai, pelabuhan, bandara, menara apartemen, serta kepentingan real estate Trump dan tidak peduli soal Gaza.

Bahkan Board of Peace justru ditujukan untuk menghancurkan Palestina. Keberadaan negara-negara Muslim, termasuk Indonesia, hanya menjadi pelengkap legitimasi. Board of Peace adalah alat untuk merealisasikan 20 poin rencana Trump atas Gaza. Dengan keikutsertaan negeri-negeri dalam Board of Peace, adalah pengkhianatan terhadap Muslim Gaza.

Sesungguhnya Palestina tidak butuh Board of Peace maupun rencana AS. Yang Palestina butuhkan adalah pembebasan dari pendudukan Zionis. Perdamaian hakiki bagi Palestina hanya akan terwujud jika Zionis hengkang dari wilayah Palestina. Satu-satunya jalan untuk mewujudkan hal ini adalah jihad. Khilafah adalah satu-satunya institusi yang akan mengomando jihad akbar untuk membebaskan Palestina.

Islam melarang negeri-negeri Muslim untuk bersekutu dengan negara kafir harbi fi'lan yang tengah memerangi Muslim Palestina (AS dan Zionis).

Allah ﷻ berfirman dalam surat Al-Maidah ayat 51:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS. Al-Maidah: 51)

Surat Al-Imran ayat 28:

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ
"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin/teman setia) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembalinya (mu)." (QS. Al-Imran: 28)

Yang harus segera dilakukan oleh negeri-negeri Muslim adalah menegakkan Khilafah. Umat Islam harus menjadikan Khilafah sebagai qadhiyah masiriyah (agenda utama) dan segera merealisasikannya dalam kehidupan bernegara untuk melindungi umat Islam dari musuh-musuhnya.

Tentunya ini diperlukan dakwah yang bersinergi semua elemen masyarakat dan membangun kesadaran umat Islam akan pentingnya Khilafah. Karena mewujudkan Khilafah adalah solusi tuntas atas permasalahan Palestina khususnya dan secara umum umat Islam yang ada di dunia.

Posting Komentar

0 Komentar