
Oleh: Rini Christ
Penulis Lepas
Indonesia meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil langkah tegas setelah Israel mengesahkan Undang-Undang (UU) yang mewajibkan pengadilan militer menjatuhkan hukuman mati bagi warga Palestina yang terbukti membunuh warga Israel dalam perbuatan yang dikategorikan sebagai “teror” (Kompas, 01/04/2026).
Lahirnya UU tersebut menunjukkan peningkatan yang tajam dan berdampak besar dalam bentuk hukuman, penindakan, atau kebijakan terhadap tahanan (khususnya Palestina). Konflik antara kedua belah pihak, yakni Israel dan Palestina, yang hampir tiada ujungnya ini benar-benar membuat dunia banyak mengecam kekejaman Zionis. Hal ini turut membuktikan kegagalan Israel memberhentikan perjuangan para mujahid Palestina dalam mempertahankan haknya. Kegagalan Zionis untuk mengintimidasi warga Palestina untuk diam dan tidak melawan.
Di sisi lain, keberanian Zionis dalam melegalkan UU ini, yang dianggap melanggar UU internasional, membuktikan betapa sombongnya mereka dan berada pada level puncak melanggar hak orang lain. Di tengah ketidakberdayaan miliaran umat Islam saat ini dalam menghadapi isu Palestina dengan Israel, mereka bungkam seribu bahasa, hanya mengecam dan tidak punya solusi yang hakiki untuk menyelamatkan jutaan warga Palestina.
Di tingkat regional, Mesir menjadi salah satu yang paling vokal. Pemerintahnya mengecam keras pengesahan undang-undang tersebut, menyebutnya sebagai eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kairo menilai aturan ini merusak prinsip peradilan yang adil dan tidak memiliki legitimasi hukum.
Sikap serupa disampaikan Al-Azhar. Lembaga keagamaan ini menyebut undang-undang tersebut sebagai upaya “gagal” untuk memberi legitimasi hukum atas tindakan kekerasan terhadap warga Palestina. Dalam pernyataannya, Al-Azhar menilai legalisasi eksekusi tahanan mencerminkan kemerosotan moral serius dan pengabaian nilai-nilai kemanusiaan (Spiritofaqsa, 31/3/2026).
Langkah-langkah yang diambil para penguasa (terutama negeri-negeri Muslim) tidaklah cukup hanya dengan kecaman atau kutukan. Memang hal itu membuktikan keberpihakan mereka kepada warga Palestina, namun hampir-hampir tidak mempunyai dampak terhadap keberlangsungan kehidupan mereka untuk dijamin keamanannya. Kecaman tidaklah bisa mengantarkan mereka kepada kehidupan yang aman dan terjamin, baik secara fisik, mental, atau psikologis.
Para pemimpin negeri Muslim harus mengambil langkah tegas untuk membungkam kebiadaban Zionis Israel di bawah Amerika dengan langkah-langkah politis. Umat Islam jangan banyak berharap kepada kepemimpinan yang tidak tegas atas dasar Islam. Kita harus mengambil langkah yang mendasar dan solusi dalam menangani hal ini. Yaitu dengan mencontoh metode dakwah Rasulullah ﷺ dengan mempersatukan umat Islam dalam satu kepemimpinan agar umat Islam mempunyai harga diri, mempunyai power di hadapan para kaum kafir. Sebagaimana dalam hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi seperti satu tubuh. Jika satu bagian sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan sakit…” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Maknanya umat Islam harus saling peduli, tidak boleh cuek terhadap penderitaan sesama Muslim. Demikian pula di dalam surah Ali Imran ayat 103:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا ۚ وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai. Ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan nikmat-Nya kamu menjadi bersaudara. Padahal kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”
Saatnya umat Islam menyingkirkan sekat-sekat nasionalisme dan menjadikan ikatan ukhuwah Islamiyyah sebagai satu-satunya ikatan yang bisa menyatukan seluruh umat Muslim di dunia dengan kekuatan yang penuh dan bisa menyingkirkan seluruh penjajahan dan kedzaliman, termasuk di dalamnya kekejaman Zionis Israel ini.
Wallahu a'lam bishshawab.

0 Komentar