
Oleh: Siti Rohmah, S.Ak.
Pemerhati Kebijakan Publik
Warga Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan, dikejutkan dengan terungkapnya kasus pembunuhan sadis yang dilakukan oleh seorang anak terhadap ibu kandungnya sendiri.
Pelaku yang merupakan anak kandung korban bernama Ahmad Fahrozi, 23 tahun. Ia bahkan melakukan tindakan keji terhadap jasad korban sebelum menguburkannya di area kebun dekat rumah korban (MetroTV News, 09/04/2026).
Selain kasus pemuda yang membunuh ibu kandungnya sendiri karena kecanduan judi online, sebelumnya sudah banyak kasus pembunuhan yang dilatarbelakangi oleh masalah kecanduan judi online.
Akibat Sekularisme
Pemahaman sekularisme membuat orientasi hidup manusia hanya mengejar kepuasan materi sebesar-besarnya dan menjadikan manfaat sebagai standar berperilaku. Sebab, sejatinya sekularisme adalah paham yang memisahkan agama dari kehidupan. Akibatnya, ketika ingin memenuhi kebutuhan hidup, manusia tidak lagi memikirkan halal dan haram dalam agama. Apalagi perilaku judol yang marak terjadi saat ini sering kali membuat pelaku gelap mata hingga nekat melakukan tindak kriminal demi judol. Ada yang rumah tangganya berantakan, ada yang putus asa, ada juga yang tega membunuh anggota keluarga sendiri. Naudzubillah.
Penerapan sistem ekonomi kapitalisme menciptakan kesenjangan sosial. Kebutuhan dasar semakin sulit dijangkau rakyat, sehingga akhirnya mendorong maraknya tindak kriminal demi uang. Untuk memenuhi kebutuhan pokok saja makin sulit, belum lagi kebutuhan tempat tinggal, kesehatan, dan pendidikan. Ditambah lagi, PHK terjadi di mana-mana dan mencari pekerjaan pun makin sulit. Akibatnya, banyak orang ingin mencari jalan instan melalui judol. Padahal, judol merupakan awal kehancuran.
Negara kapitalis gagal hadir sebagai junnah bagi rakyat. Judol dibiarkan karena dianggap memberi andil dalam perputaran ekonomi. Regulasi pun bersifat reaktif dan parsial, tidak menyentuh akar masalah. Begitulah ketika sistem kapitalisme diterapkan. Negara hanya menjadi regulator, bukan pihak yang memberantas akar masalah judol, meskipun korbannya sudah banyak. Sanksi yang diberikan kepada pelaku kriminal juga tidak menjerakan, sehingga kasus terus berulang. Bahkan, tidak sedikit oknum instansi pemerintah yang terlibat kasus judol. Maka, tidak heran jika judol di negeri ini tidak pernah tuntas diselesaikan.
Islam Melindungi
Islam menjadikan akidah sebagai asas kehidupan dan halal-haram sebagai standar berperilaku, bukan manfaat materi. Dengan demikian, keimanan menjadi benteng pertama bagi individu dalam bertindak. Standar kehidupan dalam Islam berdasarkan syariat, bukan hawa nafsu. Pemenuhan kebutuhan jasmani dan cara memenuhinya pun diatur oleh syariat.
Sistem ekonomi Islam memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi orang per orang melalui pengelolaan kepemilikan umum oleh negara, sehingga kesenjangan sosial tidak akan terjadi. Negara akan menjamin terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, dan keamanan bagi setiap rakyatnya. Negara juga menjamin tersedianya lapangan kerja bagi pencari nafkah, yaitu laki-laki, sehingga kepala keluarga dapat memenuhi kebutuhan keluarganya.
Negara Khilafah hadir sebagai raa’in dan junnah bagi rakyat. Judol diharamkan dan diberantas tuntas, bukan sekadar diblokir secara parsial. Situs-situs judol yang bertebaran di media akan diberantas sampai ke akarnya. Tidak akan ada judol legal demi keuntungan atau pemasukan pendapatan negara. Sebab, Daulah Islam akan memanfaatkan sumber daya alam dengan baik dan benar sesuai syariat. Hal itu cukup untuk mengelola negara, sehingga tidak memerlukan pemasukan lain dari jalur yang Allah larang.
Negara Khilafah menerapkan sanksi tegas atau uqubat yang bersifat zawajir sebagai pencegah dan jawabir sebagai penebus dosa bagi pelaku kriminal, baik dalam kasus judol maupun pembunuhan. Dengan begitu, sanksi tersebut dapat menjerakan pelaku dan memutus rantai kejahatan. Pemilik situs judol juga akan diberi sanksi tegas agar merasakan efek jera akibat perbuatannya. Oleh karena itu, hanya dengan kembali menerapkan sistem Islam di muka bumi ini, segala masalah akan teratasi.
Allahu a’lam bishawab.

0 Komentar