
Oleh: Dini Nur Saidah
Santriwati PPTQ Darul Bayan Sumedang
Peristiwa memprihatinkan kembali mencoreng dunia pendidikan. Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sejumlah siswa menunjukkan sikap tidak pantas terhadap seorang guru di dalam kelas. Dalam rekaman tersebut, para siswa terlihat mengejek hingga melakukan gestur acungan jari tengah, yang dinilai melecehkan sosok yang seharusnya dihormati.
Sekolah sudah memberikan skorsing selama 19 hari. Namun, Dedi M menilai sanksi tersebut belum tentu menjadi solusi terbaik dalam membentuk karakter siswa. Ia mengusulkan bentuk hukuman yang lebih edukatif dan berdampak langsung pada perubahan perilaku.
Kejadian ini menjadi gambaran bahwa otoritas guru di lingkungan sekolah semakin menurun. Perlu dipertanyakan, apakah keberanian siswa melakukan tindakan itu muncul akibat sanksi sekolah yang dianggap terlalu ringan dan tidak menimbulkan efek jera? Atau justru karena guru merasa tidak memiliki kekuatan untuk menindak tegas pelanggaran, sebab dibayangi rasa khawatir akan berhadapan dengan tuntutan hukum ketika menegur siswa yang berbuat salah?
Inilah dampak dari pendidikan berbasis liberal, di mana adab terhadap guru tidak lagi dipandang sebagai prioritas. Yang diutamakan hanyalah nilai di atas kertas. Kebijakan negara pun sering tidak memihak guru, sehingga banyak guru dilaporkan karena dianggap “berlebihan” dalam memberikan sanksi tegas.
Dalam perspektif Islam, guru memiliki kedudukan istimewa dan dipandang sebagai sosok penting dalam membangun peradaban. Penghargaan terhadap guru diwujudkan tidak hanya dalam bentuk penghormatan moral, tetapi juga melalui pemenuhan kebutuhan hidup yang layak oleh negara. Kondisi ini berkontribusi pada terjaganya kehormatan dan kewibawaan guru, baik di lingkungan pendidikan maupun di tengah masyarakat.
Kurikulum pendidikan dalam Islam yang berlandaskan akidah akan mencetak generasi dengan pola pikir dan sikap Islami. Inilah yang dibutuhkan dunia pendidikan: generasi yang dididik tidak hanya untuk berprestasi, tetapi juga memiliki adab yang menyempurnakan kepribadiannya.
Wallahu a‘lam bish-shawab.

0 Komentar