SEHAT FISIK SAJA TIDAK CUKUP, TAPI JUGA MENTAL


Oleh: Muhar
Sahabat Gudang Opini

Dilansir dari humas.polri.go.id, Kapolres Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rachmat Muchamad Salihi menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin bagi para Pejabat Utama (PJU) Polres Nagekeo agar tetap prima dalam menjalankan tugas kepolisian yang semakin kompleks. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup sehat, istirahat cukup, olahraga, dan pengawasan terhadap personel.

Tentu, kita sepakat bahwa kesehatan fisik aparat sangat penting. Polisi memang dituntut sigap, kuat, dan siap menghadapi beratnya tugas di lapangan. Namun, realitas yang terjadi hari ini menyadarkan kita bahwa sehat fisik saja ternyata tidak cukup.

Pasalnya, betapa sering masyarakat juga dikejutkan oleh berita aparat yang terlibat kejahatan seperti suap, penyalahgunaan wewenang, kekerasan, narkoba, hingga tindakan kriminal lainnya. Ironisnya, banyak dari mereka adalah orang-orang yang secara fisik sehat, berpangkat, dan terlatih. Ini menunjukkan bahwa masalah terbesar sesungguhnya bukan hanya tubuh yang lelah, tetapi hati dan mental yang rapuh.

Ketika manusia hidup dalam sistem kapitalisme sekuler yang menjadikan manfaat materi, jabatan, popularitas dan kekuasaan sebagai tolok ukur keberhasilan, maka perlahan nurani bisa mati. Rasa takut kepada Allah ï·» memudar. Jabatan yang seharusnya menjadi amanah dapat berubah menjadi alat kepentingan. Dari sinilah lahir arogansi, emosi, dan kezaliman terhadap rakyat kecil.

Padahal Rasulullah ï·º telah mengingatkan: “Dalam jasad ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Ketahuilah, itu adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah yang hari ini banyak hilang: kesehatan pemikiran dan hati (mental) yang dibangun di atas keimanan. Sebab manusia bukan sekadar tubuh yang perlu diperiksa tekanan darahnya, tetapi juga jiwa yang harus dijaga ketakwaannya.

Islam memandang aparat keamanan bukan sekadar pekerja negara, melainkan penjaga amanah umat. Karena itu, sistem Islam membentuk aparat dengan fondasi akidah yang kuat, sehingga mereka sadar bahwa setiap tindakan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah ï·».

Ketika iman menjadi landasan, aparat tidak akan mudah menyalahgunakan kekuasaan meski memiliki kesempatan. Ia akan takut menzalimi rakyat, takut menerima suap, dan takut berlaku kasar tanpa hak. Bukan karena takut kamera atau atasan, tetapi karena takut kepada Allah.

Inilah yang sangat dibutuhkan hari ini: bukan hanya aparat yang sehat jasadnya, tetapi juga bersih hatinya, jernih pikirannya, dan kuat iman serta mentalnya. Keamanan sejati tidak akan lahir hanya dari tubuh yang kuat, tetapi juga dari jiwa-jiwa yang bertakwa.

Posting Komentar

0 Komentar