ANTARA NEW GAZA DAN SOLUSI PARIPURNA


Oleh: Santi Susanti
Penulis Lepas

Aneksasi wilayah Tepi Barat terus dilancarkan oleh Zionis Israel melalui ribuan serangan, ancaman, dan teror pemukim ilegal terhadap rakyat Palestina. Bahkan, penghancuran puluhan masjid serta rencana pembangunan 2.300 unit rumah ilegal baru di atas tanah Palestina terus berjalan secara masif hingga saat ini (CNN Indonesia, 6/8/2026).

Data PBB mencatat bahwa terdapat rata-rata 190 serangan pemukim ilegal per bulan dalam empat bulan pertama pada tahun 2026. Aksi kekerasan pemukim ilegal di Tepi Barat pun diproyeksikan menembus 2.000 kasus per akhir tahun 2026. Bahkan Otoritas Palestina melaporkan sedikitnya 20 warga tewas akibat aksi kekerasan pemukim hingga awal Agustus 2026 (UN News, 29/7/2026).

Aneksasi akan terus dilakukan oleh Zionis meskipun PBB dan dunia internasional menentang tindakan tersebut. Israel tetap melaksanakan seluruh agenda ekspansinya tanpa mau mempedulikan kecaman dunia. Kondisi ini menunjukkan bahwa ambisi Zionis untuk mewujudkan proyek "Israel Raya" (Greater Israel) sangatlah serius.

Dengan demikian, kemerdekaan penuh bagi Palestina tidak akan pernah diberikan secara sukarela oleh Zionis karena hal itu bertentangan secara mendasar dengan skema Israel Raya yang sedang mereka bangun. Wacana solusi dua negara (two-state solution) pun mustahil disepakati oleh Zionis Israel, sehingga alih-alih memberikan kedaulatan, proyek New Gaza melalui kesepakatan Board of Peace (BoP) justru didorong makin masif.

Pada faktanya, sangat mustahil mengharapkan Zionis Israel dapat berdamai secara tulus dengan Palestina. Sebab, tindakan penjajahan dan kejahatan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina terbukti makin biadab dari hari ke hari.


Kepedulian Semu dan Siasat Bisnis AS

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, saling mencintai, dan saling menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR. Al-Bukhari no. 6011 dan Muslim no. 2586).

Oleh karena itu, kita tidak boleh bernapas lega ketika Amerika Serikat berpura-pura memberikan perhatian kepada rakyat Palestina melalui pendorongan proyek New Gaza. Proyek tersebut rawan dijadikan ladang investasi bisnis komersial melalui skema BoP yang justru berpotensi makin menambah penderitaan dan membelenggu kedaulatan rakyat Palestina.

Sebab pada faktanya, berbagai langkah politik dan strategi diplomasi yang diambil kekuatan besar lebih didominasi oleh kepentingan geopolitik dan kontrol internasional, ketimbang upaya nyata untuk mewujudkan keadilan dan pembebasan hakiki bagi rakyat Palestina. Mengharapkan solusi hakiki yang datang dari Amerika Serikat tidak lain adalah sebuah ilusi politik yang tidak akan pernah menjadi kenyataan.


Solusi Paripurna Pembebasan Palestina

Oleh sebab itu, solusi tuntas atas tragedi Palestina memerlukan perubahan paradigma yang mendasar. Persatuan negeri-negeri muslim di bawah kepemimpinan sistem Khilafah (yang terus diperjuangkan melalui dakwah politik Islam) diiringi dengan pengerahan kekuatan militer (jihad fi sabilillah) merupakan kunci utama untuk membebaskan Palestina dari cengkeraman penjajah, menghentikan agresi Zionis Israel, serta memutus dominasi sekutunya.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Posting Komentar

0 Komentar