
Oleh: Intan
Reporter
"Saat ini banyak sekali kasus program MBG, terus naiknya harga-harga bahan pangan, biaya pendidikan yang mahal, dll. Itu semua sebenarnya sudah terencana atau memang dibuat sebagai kemiskinan struktural oleh para konglomerat/oligarki," papar Ustazah Arin ketika mengisi kajian rutin di Probolinggo, Ahad (30/8/2026).
"Program MBG merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan status gizi masyarakat Indonesia dan mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Tujuan strategi MBG awalnya adalah pemenuhan gizi dan penurunan angka stunting," lanjutnya.
"Namun, jika kita telusuri bersama, ternyata semua akar masalah gizi buruk dan stunting itu sebenarnya disebabkan oleh kemiskinan struktural, ketahanan pangan keluarga, kualitas sanitasi, kesehatan ibu hamil, serta stabilitas pendapatan rumah tangga," analisisnya.
Ustazah Arin juga menjelaskan berbagai kasus yang terjadi dalam pelaksanaan program MBG ini, mulai dari keracunan hingga dugaan korupsi. Beliau memberikan solusi menurut paradigma Islam bahwa pendidikan adalah kewajiban mutlak negara yang menjadi kebutuhan dasar. Negara wajib membiayai rakyatnya secara penuh dan tidak membebani rakyat.
Islam telah membuktikan dalam sejarah sebagai teladan paripurna dalam pelayanan gizi terhadap umat atau rakyatnya:
- Era Rasulullah: memberi makan langsung kepada Ahlus Shuffah (kelompok orang miskin di serambi Masjid Nabawi).
- Era Khalifah Umar bin Khattab: turun langsung memikul makanan untuk ibu miskin.
- Era Khalifah Umar bin Abdul Aziz: mendirikan dapur-dapur umum besar supaya rakyat di seluruh wilayah tidak ada yang kelaparan.
- Era Utsmaniyah (abad ke-14–19): melembagakan layanan melalui imaret (dapur umum berbasis wakaf) untuk melayani pelancong, guru, dan seluruh penduduk.
Menurutnya, semua hal itu dapat terwujud dan diterapkan karena keberadaan sistem Khilafah.
Sebagai kesimpulan, ia menyampaikan bahwa umat Islam selayaknya berpikir lebih kritis dalam mencari solusi dari setiap permasalahan yang terjadi saat ini. Menurutnya, masalah timbul karena sistem yang jauh dari aturan Allah Subhanahu wa ta'ala.
Melalui negara Khilafah yang menjalankan amanah syariat, segala aspek pelayanan dalam masyarakat ditujukan untuk membangun generasi yang kuat, sehat, dan berkualitas sesuai dengan rida Allah Subhanahu wa ta'ala.

0 Komentar