
Oleh : Ahmad Khozinudin
Sastrawan Politik
Konsekuensi mengimani Rasulullah Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir, itu tidak ada syariat lagi setelah beliau SAW. Namun, begitu Rasullullah SAW meninggal dunia, kenapa anda menerapkan sekulerisme Demokrasi ? Kenapa Anda tidak mengikuti sahabat yang menegakkan Khilafah dan menerapkan hukum Al Qur'an dan as Sunnah ?
Anda bukan Nabi kan ? Lalu, kenapa Anda membawa dan menerapkan syariat baru ? Menerapkan sekulerisme demokrasi dan mencampakkan Khilafah dan Sunnah Nabi ? Anda ini serius Umat nya Nabi SAW ?
Saya khawatir kelak, di Yaumil Akhir anda tidak bersama barisan Nabi, tidak dibawah naungan Panji Nabi, Al Liwa dan Ar Royah nya Nabi. Nabi tidak mengakui Anda sebagai umatnya yang ittiba kepada beliau SAW.
Anda kelak, akan dibariskan satu komplek bersama Montesquiu, Jhon Lock, JJ Reuseu, Dafid Ricardo, Adam Smith, Plato, Karl Marx, Engels, Lenin, dan tokoh kafir lainnya. Karena dalam urusan politik, anda justru berkiblat kepada mereka, bukan kepada Nabi SAW.
Anda bukan Nabi tapi menjadikan hawa nafsu Anda sebagai sumber hukum. Anda jadikan perdebatan parlemen, sebagai sumber hukum untuk mengatur rakyat. Anda ini sudah seperti 'Nabi' saja, membawa risalah baru dengan hukum yang anda produksi di parlemen. Anda sadar tidak ? Semua UU yang Anda produksi itu seperti risalah nabi yang mengikat rakyat. Anda ini, sudah seperti nabi nabi kecil saja.
Karena itu, saya mengingatkan Anda agar Anda tak menyesal kelak di akhirat. Saya bicara ini, agar saya memiliki hujjah dihadapan Allah SWT telah menyampaikan amanah dakwah kepada Anda.
Saya yakin, anda mencintai Nabi dan hanya ingin menerapkan risalah Nabi. Namun, belenggu demokrasi telah mengikat Anda. Karena itu, saya bantu Anda untuk keluar dari belenggu demokrasi.
Fokus saja pada dakwah, dakwah ditengah umat, menyadarkan umat tentang pentingnya syariah Islam dan mengajak mereka untuk segera membaiat Khalifah. Sebab, tanpa Khalifah, tanpa Khilafah, selamanya umat ini akan dipenjara Demokrasi.
Kita bersama membina umat, sebagaimana Mus'ab Bin Umair dahulu membina masyarakat Madinah. Terus membina, hingga Umat tercerahkan dan merindukan Khilafah.
Terus berdakwah, hingga datang ahlul quwwah, memberikan pertolongan dan perlindungan. hingga Umat ini bisa membaiat Khalifah, hingga setiap pundak kaum muslimin telah ada baiat, hingga tak ada lagi kaum muslimin mati dalam keadaan jahiliah.
InsyaAllah, waktunya semakin dekat. Hanya butuh sedikit pengorbanan, hingga pertolongan Allah SWT tiba dan kemenangan. Itulah, hakekat menjadi umat Nabi dan terikat dengan seluruh syariat yang dibawanya. [].

0 Komentar