
Penulis: Lia Herasusanti
"Jangan nyapu malem-malem, pamali!"
"Jangan duduk di lawang pintu, nanti jauh jodoh!"
"Jangan lupa buat kopi item dan kopi manis lengkap sama sesajennya. Bikin 3, simpan di sumur, di dapur dan di bawah kolong tempat tidur pengantin!"
"Demokrasi ga boleh diganti, dari awal berdirinya juga, negara kita udah pakai demokrasi!"
Pernah mendengar nasehat-nasehat seperti itu di tengah masyarakat?
Bahkan masih banyak nasehat-nasehat turun temurun yang kadang kita tak mengerti apa maksudnya. Namun karena sudah menjadi kebiasaan, seolah-olah semua itu menjadi sesuatu yang wajib dilakukan.
Betul bahwa dengan adanya dakwah yang gencar, hal-hal tersebut perlahan ditinggalkan. Namun tak dipungkiri, masih banyak juga orang yang mempertahankan. Apa yang dilakukan mereka yang mempertahankannya, menganggap hal ini adalah bagian dari peninggalan nenek moyang. Al-Qur'an mengingatkan tentang hal ini.
Dalam surat Al Maidah ayat 104 menerangkan:
ÙˆَØ¥ِذَا Ù‚ِيلَ Ù„َÙ‡ُÙ…ْ تَعَالَÙˆْا Ø¥ِÙ„َÙ‰ٰ Ù…َا Ø£َÙ†ْزَÙ„َ اللَّÙ‡ُ ÙˆَØ¥ِÙ„َÙ‰ الرَّسُولِ Ù‚َالُوا ØَسْبُÙ†َا Ù…َا ÙˆَجَدْÙ†َا عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ آبَاءَÙ†َا ۚ Ø£َÙˆَÙ„َÙˆْ Ùƒَانَ آبَاؤُÙ‡ُÙ…ْ Ù„َا ÙŠَعْÙ„َÙ…ُونَ Ø´َÙŠْئًا ÙˆَÙ„َا ÙŠَÙ‡ْتَدُونَ
Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?
Bagi seorang muslim, aturan yang dipakai hanyalah yang bersumber dari Allah ï·». Karena makna laa ilaha illallah adalah la ma'buda illallah (tidak ada penghambaan kecuali pada Allah). Dan penghambaan berarti mengambil semua maunya Allah, bukan selainnya. Walaupun itu berasal dari nenek moyang.

0 Komentar