
Oleh: Rika Dwi Ningsih
Jurnalis Lepas
Iran menuduh Israel melakukan "pembunuhan massal" setelah insiden ledakan ribuan pager yang terjadi di banyak wilayah di Lebanon pada Selasa (17/9). Ledakan tersebut menewaskan 11 orang dan melukai lebih dari 2.800 orang lainnya, termasuk 200 orang yang dalam kondisi kritis.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanani, menyatakan tindakan ini merupakan "contoh pembunuhan massal" dan menegaskan kecaman keras terhadap tindakan Israel. "Komunitas internasional perlu bertindak cepat melawan impunitas otoritas kriminal Zionis," tegas Kanani. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan rakyat Lebanon yang terdampak.
Salah satu korban luka dalam insiden ini adalah Duta Besar Iran untuk Lebanon, Mojtaba Amani, yang dilaporkan mengalami cedera serius pada bagian mata. Kanani meminta agar komunitas internasional segera mengambil langkah terkait tindakan Israel ini, yang menurutnya merupakan ancaman serius bagi keamanan regional.
Kronologi Insiden
Ledakan terjadi sekitar pukul 4:45 sore waktu setempat dan berlangsung selama satu jam. Sejumlah video memperlihatkan saat pager-pager tersebut meledak di berbagai lokasi, termasuk pusat perbelanjaan dan pasar. Menteri Kesehatan Lebanon, Firass Abiad, menjelaskan bahwa korban terluka mencapai 2.800 orang, dengan banyak korban mengalami luka di bagian wajah, tangan, dan perut. "Dari jumlah korban luka, 200 di antaranya dalam kondisi kritis," jelas Abiad.
Spekulasi Penyebab Ledakan
Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan pager tersebut masih diselidiki. Beberapa analis mengindikasikan kemungkinan pager-pager tersebut diretas melalui jaringan radio, menyebabkan perangkat tersebut menjadi terlalu panas dan memicu ledakan. "Ada kemungkinan besar kode yang dimodifikasi telah dimasukkan ke dalam pager, menyebabkan mereka memanas hingga meledak," kata analis data Ralph Baydoun kepada Al Jazeera.
Namun, banyak pihak, termasuk kelompok milisi Hizbullah, menuduh Israel sebagai dalang di balik insiden ini. "Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas agresi kriminal ini," tegas Hizbullah dalam pernyataan resminya. Kelompok tersebut juga menyatakan bahwa Israel akan mendapatkan "hukuman setimpal" atas tindakan tersebut.
Sumber keamanan Lebanon juga mencurigai adanya sabotase pada pager-pager yang diimpor oleh Hizbullah. "Mossad menanam papan di dalam perangkat yang mengandung bahan peledak, sangat sulit untuk dideteksi," ungkap seorang sumber yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Reuters.
Reaksi Internasional
Meski Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini, para analis menyebutkan bahwa insiden ledakan pager ini bisa jadi merupakan bagian dari strategi yang lebih besar untuk melemahkan jaringan komunikasi Hizbullah. "Badan mata-mata Israel Mossad menyusup ke rantai pasokan," ungkap Charles Lister dari Middle East Institute.
Sumber Video:

0 Komentar